Pandji Tirtayasa dan Jejak Perjuangan Mewujudkan Kabupaten Bandung Barat

Almarhum Drs. H. Panji Tirtayasa, M.Si.(istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Pemerhati pemerintahan daerah, Djamu Kertabudi, menilai pembahasan mengenai sejarah terbentuknya Kabupaten Bandung Barat tidak akan lengkap tanpa menyebut peran almarhum Drs. H. Pandji Tirtayasa, M.Si.

Saat perjuangan pemekaran berlangsung, Pandji Tirtayasa menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Bappeda di daerah yang sama dan mengakhiri karier birokrasinya sebagai Wakil Bupati Serang.

Pandji Tirtayasa memiliki ikatan emosional dengan Bandung Barat karena orang tua, khususnya kakeknya, merupakan tokoh masyarakat di Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.

Bersama H. Endang Anwar, Pandji Tirtayasa memfasilitasi terbentuknya Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB). Bahkan, biaya awal perjuangan pemekaran Kabupaten Bandung Barat disebut berasal dari kontribusi dirinya.

“Selain itu, ia aktif memberikan pembinaan, arahan, serta dukungan kepada para pejuang pemekaran. Panji juga terus memantau setiap perkembangan perjuangan dan menjalin komunikasi intensif dengan para penggerak pemekaran, termasuk dengan saya,” kata Djamu, Senin (22/6/2026).

Ketika proses pemekaran Kabupaten Bandung mencapai tahap akhir yang ditandai dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat, KPKBB mengusulkan Panji Tirtayasa sebagai Penjabat Bupati Bandung Barat kepada Gubernur Jawa Barat.

Saat itu, usulan tersebut mendapat respons yang cukup positif karena secara regulasi memungkinkan, meskipun Pandji menjabat di luar Provinsi Jawa Barat. Syaratnya, terdapat rekomendasi dari Bupati Serang dan Gubernur Banten yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat.

Namun, pada akhirnya Gubernur Jawa Barat mengajukan tiga nama calon Penjabat Bupati Bandung Barat kepada Pemerintah Pusat, yakni Tjatja Koswara yang saat itu menjabat Asisten I Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Abubakar yang menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, serta Ir. Nana Priatna yang menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

Pada 19 Juni 2007, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ad interim Menteri Dalam Negeri, Widodo AS, meresmikan keberadaan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sekaligus melantik Tjatja Koswara sebagai Penjabat Bupati Bandung Barat. Momen tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat.

Padahal sebelumnya, Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ditetapkan pada 2 Januari, bertepatan dengan tanggal diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007. Penetapan berdasarkan tanggal lahir undang-undang pembentukan daerah merupakan praktik yang lazim diterapkan di berbagai provinsi, kabupaten, maupun kota di Indonesia.

Djamu menegaskan bahwa masyarakat patut mengenang jasa Panji Tirtayasa dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, fakta menunjukkan bahwa pihak yang pertama kali menikmati hadirnya daerah otonom baru tersebut adalah para birokrat dan aparatur sipil negara yang bertugas di wilayah Bandung Barat maupun dari luar daerah melalui promosi dan pengisian jabatan pada struktur pemerintahan baru.

“Karena itu, saya mengucapkan selamat kepada mereka yang memperoleh manfaat dari lahirnya Kabupaten Bandung Barat. Namun, Pandji Tirtayasa adalah pengecualian. Beliau justru menjadi sosok yang banyak berkorban dalam proses perjuangan tersebut,” ujar Djamu.

“Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT atas segala jasa dan pengabdiannya. Aamiin,” pungkasnya.*

Pos terkait