DPRD KBB Soroti Minimnya Dokumentasi Sejarah Perjuangan Pembentukan Kabupaten Bandung Barat

Gedung Bupati Bandung Barat.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Sandi Supyandi menilai sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menyimpan banyak catatan penting yang perlu didokumentasikan secara lebih lengkap dan sistematis.

Hal itu disampaikan Sandi setelah menyimak tulisan yang disusun Djamu Kertabudi mengenai proses panjang lahirnya Bandung Barat sebagai daerah otonom.

Menurut Sandi, Dinas Arsip dan Perpustakaan KBB perlu menjadikan berbagai catatan sejarah tersebut sebagai bahan penting untuk memperkaya arsip daerah, sehingga perjalanan perjuangan pemekaran KBB dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Perjuangan mewujudkan Kabupaten Bandung Barat tidak terjadi begitu saja. Ada banyak tokoh dan kelompok masyarakat yang terlibat di balik layar yang hingga kini belum seluruhnya tercatat dalam arsip sejarah daerah,” kata Sandi.

Ia menegaskan, setiap momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat seharusnya tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali proses perjuangan yang melatarbelakangi lahirnya daerah tersebut.

Sandi mengingatkan bahwa terbentuknya Kabupaten Bandung Barat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 merupakan hasil perjuangan panjang berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan santri yang turut menyuarakan aspirasi pemekaran daerah.

Ia menuturkan, berdasarkan sejumlah kesaksian pelaku sejarah, santri dari berbagai pesantren pernah beberapa kali turun ke jalan untuk mendukung pembentukan daerah otonom baru. Salah satunya santri dari wilayah Cihampelas yang bergerak di bawah komando KH Asep Burhanuddin dari Pondok Pesantren Darul Falah.

“Mereka melakukan aksi hingga ke Gedung Sate dan menyampaikan aspirasi ke Kementerian Dalam Negeri. Semangat perjuangan yang ditunjukkan saat itu sangat luar biasa dan menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Karena itu, Sandi berharap pemerintah daerah dapat lebih serius membukukan dan mendokumentasikan berbagai peristiwa serta tokoh yang berperan dalam proses pemekaran. Menurut dia, dokumentasi sejarah yang baik akan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda agar tidak melupakan akar perjuangan daerahnya.

Sandi juga menilai, Djamu Kertabudi yang saat lahirnya KBB menjabat sebagai Asisten Pemerintahan di Pemkab Bandung
merupakan salah satu sosok penting yang mengetahui proses pembentukan Kabupaten Bandung Barat. Pengalaman dan pengetahuannya dinilai dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan arsip sejarah daerah.

“Sosok Pak Djamu merupakan aset berharga yang patut dijadikan rujukan dalam penyusunan dokumentasi sejarah terbentuknya Bandung Barat. Beliau juga menjadi salah satu tokoh di pemerintahan yang berkontribusi dalam proses kelahiran daerah ini,” katanya.

Memasuki usia ke-19 tahun Kabupaten Bandung Barat, Sandi mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk meneladani semangat para pejuang pemekaran serta melanjutkan cita-cita yang mereka perjuangkan.

Menurut dia, tujuan utama pembentukan Bandung Barat adalah menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh warga.

“Momentum hari jadi ini harus menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendiri daerah harus diteruskan melalui kerja nyata dalam membangun pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.*

Pos terkait