SATUMEDIA.ID – Sehari menjelang hari pencoblosan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan pemusnahan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang rusak.
Pemusnahan surat suara rusak dengan cara dibakar. Bertempat di halaman gudang logistik KPU KBB di Kampung Cibingbin RT 05/RW 04, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang pada Selasa (26/11/ 2024).
Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman, mengungkapkan terdapat 567 surat suara yang dimusnahkan. Rinciannya, surat suara Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sebanyak 182 lembar. Sedangkan untuk surat suara Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang rusak sebanyak 385 lembar.
“Pemusnahan surat suara rusak sesuai dengan PKPU Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 24 bahwa KPU Kabupaten/Kota harus memusnahkan surat suara yang lebih atau rusak satu hari jelang pencoblosan,” kata Ripqi usai pemusnahan.
Hanya saja, lanjut Ripqi, di Bandung Barat tidak ada kelebihan surat suara, melainkan hanya yang rusak. Malah sebaliknya, sempat terjadi kekurangan surat suara.
“KBB sempat kekurangan surat suara, tapi langsung bisa ditangani. Ada juga yang rusak, segera kita laporkan ke pihak percetakan untuk mengganti dan menutupi kekurangan surat suara,” tuturnya.
Ripqi juga mengungkapkan, proses pendistribusian logistik Pilkada 2024 sudah selesai dikerjakan
Selain itu, pihaknya memastikan untuk proses distribusi surat suara ke PPK sudah seslai. Saat ini sedang proses distribusi logistik ke semua TPS.
“Alhamdulillah sampai Selasa siang ini pendistribusian logistik berjalan lancar. Tak mengalami hambatan berarti,” tandasnya.
Sementara itu, KPU KBB sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB terkait dengan layanan kesehatan pada saat berlangsungnya pemungutan suara di TPS.
“Dinkes KBB membuka layanan hotline dengan nomor 0851-8336-0119 dalam rangka Pilkada 2024. Ini untuk mempercepat pelayanan kesehatan, baik bagi petugas KPPS ataupun penyelenggara Pilkada lainnya dan masyarakat yang saat di TPS mengalami masalah kesehatan,” tukasnya.*





