Libur Nataru di Lembang Lebih Sepi, Disparbud KBB Sebut Penyebabnya

Jalan Raya Lembang, Desa Gudangkahuripan relatif sepi pada masa libur Nataru. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Kunjungan wisatawan pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) ke daerah Lembang dan sekitarnya menurun drastis. Padahal, libur akhir tahun bertepatan dengan libur panjang sekolah.

Anjloknya kunjungan wisatawan diluar prediksi pengelola destinasi wisatawan. Ada beberapa yang menambah destinasi baru, namun tetap saja tak mampu mendongkrak kunjungan.

Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot menyebut ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke daerah Lembang dan sekitarnya.

“Saya menganalisa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke Lembang, salah satunya faktor ekonomi masyarakat atau daya beli yang menurun,” kata David Oot saat dihubungi, Kamis (2/1/2025).

Selain itu, pengaruh cuaca ekstrem yang terjadi di akhir tahun memicu terjadinya bencana. Karenanya, banyak masyarakat yang lebih memilih tak berwisata di akhir tahun.

“Faktor cuaca ikut berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Dimana sepanjang libur Nataru lalu, curah hujan cukup tinggi terjadi di sejumlah daerah termasuk di Bandung Raya,” sebutnya.

Ia menambahkan, kekhawatiran dari sebagian masyarakat akan terjadinya kemacetan parah pada setiap momen Nataru.

“Kondisi ini, juga tak bisa dilepaskan dari makin bertambah banyaknya kompetitor destinasi wisata di daerah lain. Tentunya, ini membuat orang banyak pilihan destinasi saat akan berlibur,” ujarnya.

Sementara itu, Public Relation PT Perisai Grup, Intania Setiati membenarkan bahwa libur Nataru kali ini terjadi penurunan tajam. Turun mencapai sekitar 30 persen dibandingkan Nataru tahun lalu.

“Banyak faktor yang menjadi penyebab penurunan kunjungan wisatawan, kemungkinan karena liburnya di tengah Minggu jadi banyak yang berwisata tak keluar daerah. Atau bisa juga karena banyak yang memilih liburan ke Yogyakarta, Jateng, dan Jatim,” sebut Intania.

Sepinya Lembang juga terasa pada saat perayaan malam pergantian tahun. Alun-alun Lembang yang menjadi pusat keramaian tak seramai jika dibandingkan tahun lalu.

Begitupun dengan arus lalu lintas tidak terlalu padat. Informasi yang dihimpun. Selain itu banyak hotel maupun penginapan yang tidak terisi penuh.

Begitu pergantian tahun berakhir, warga berangsur-angsur meninggalkan Alun-alun Lembang. Pesta kembang api dan tiupan terompet terasa lebih singkat.

“Sekitar jam 00.30 WIB orang sudah bubar meninggalkan Alun-alun Lembang. Padahal tahun lalu, orang lebih lama tinggal,” ucap Riani (22) warga Lembang.

Ia pun menyebut, tahun lalu jalanan di Lembang macet pada saat malam pergantian tahun. Namun sekarang jalanan lebih sepi.

“Saya tak melihat ada konvoi kendaraan,” ucapnya.*

Pos terkait