SATUMEDIA.ID – Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus pembobolan minimarket, Alfamart di Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tiga pelaku berinisial S, H, dan RP berhasil ditangkap.
Diketahui, minimarket Alfamart yang beralamat di Kampung Ciawitali RT 004/ RW 003, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan pada Selasa (28/1/2025)
Aksi pembobolan dipimpin S yang dipanggil “Kapten” oleh dua rekannya. Bukan hanya sekali itu saja, S dan dua temannya, S dan RP sudah empat kali melakukan aksi pembobolan minimarket diberbagai lokasi berbeda.
Namun, aksi kejahatan kapten dan komplotannya berakhir setelah ditangkap jajaran Satreskrim Polres Cimahi.
Kapten berperan merencanakan sekaligus menjalankan aksinya. Setelah selesai, sang kapten yang berwenang membagi keuntungan hasil pencucian.
Komplotan pembobol ini berasal dari Sumatera Barat. Untuk mengangkut barang jarahannya, kapten dan kawannya selalu menggunakan kendaraan roda empat.
Para pelaku menggondol barang-barang berharga di dalam toko seperti rokok, susu, hingga uang yang tersimpan di dalam kasir atau brankas.
“Komplotan ini terakhir melakukan aksinya di Alfamart Cikalongwetan. Dari pengakuan Kapten yang menjadi pimpinannya, sebelumnya sudah tiga kali membobol minimarket. Salah satunya di Jalan Haji Gofur, Ngamprah,” kata Wakapolres Cimahi Kompol Andry Fran Ferdyawan saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Selasa (4/2/2025).
Pelaku membobol minimarket di Cikalongwetan dengan cara melubangi tembok atau dinding toko dengan menggunakan palu dan linggis untuk masuk ke dalam toko. Di lokasi lainnya, masuk melalui jendela, genting, hingga merusak pintu masuk.
“Pelaku pembobol Alfamart dengan cara membobol dinding mengunakan palu, linggis serta obeng,” kata Andry.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti palu, linggis, pahat, hingga mata bor. Termasuk satu unit kendaraan roda empat yang digunakan untuk melakukan kejahatan.
“Mereka mengambil banyak rokok dari dalam minimarket. Namun barang bukti rokok sudah dijual para pelaku,” sebutnya.
Rokok hasil curian ini sudah dijual oleh pelaku kemudian keuntungannya dibagi kepada kawanannya mulai dari Rp300-500 ribu.
Kapten mengakui telah membobol 4 toko modern di wilayah KBB sepanjang Desember 2024 hingga Januari 2025. Hasil barang yang dicuri dijual kembali kepada para pengecer dengan harga di bawah pasaran.
“Rokok hasil curian dijual lagi, biasanya dijual Rp3 juta sampai Rp4 juta. Kalau dibagi paling keuntungan dapat Rp500 ribu,” kata S yang mengaku belum pernah berurusan hukum.*





