SATUMEDIA.ID – Atlet para atletik asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu atlet disabilitas terbaik Indonesia. Pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 di Tunisia, Jaenal sukses menyumbangkan satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu untuk Merah Putih.
Prestasi tersebut terasa semakin spesial karena diraih bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat. Capaian Jaenal pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung atlet paralimpik nasional.
Medali emas berhasil diraih Jaenal saat memperkuat Tim Nasional Para Atletik Indonesia pada nomor Universal Relay 4×100 meter. Sementara itu, medali perak disabet dari nomor lari 100 meter putra dan medali perunggu diraih pada nomor 400 meter putra.
Keberhasilan mengoleksi tiga medali sekaligus menegaskan kemampuan atlet paralimpik Indonesia untuk bersaing dengan para atlet terbaik dunia. Hasil tersebut juga menjadi modal penting bagi Jaenal dalam menghadapi sejumlah kejuaraan internasional berikutnya.
Sebelum bertanding, kontingen Indonesia mendapat sambutan langsung dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, bersama jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis. Kehadiran perwakilan pemerintah itu menjadi suntikan motivasi bagi para atlet yang tengah mengemban tugas mengharumkan nama bangsa.
Jaenal mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya di Tunisia. Menurut dia, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras dan latihan panjang yang dijalani bersama tim.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia. Medali emas di nomor Universal Relay 4×100 meter menjadi pencapaian yang sangat membahagiakan bagi saya dan tim,” ujar Jaenal saat dihubungi, Senin (22/6/2026).
Ia menuturkan, kondisi cuaca di Tunisia tidak terlalu menjadi kendala karena para atlet mampu beradaptasi dengan baik. Namun, angin kencang yang kerap berembus saat perlombaan menjadi tantangan tersendiri.
“Angin cukup besar sehingga membutuhkan konsentrasi dan penyesuaian yang lebih. Tetapi kami berusaha tetap fokus agar bisa tampil maksimal,” katanya.
Bagi Jaenal, tiga medali yang diraih di Tunisia memiliki arti penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet paralimpik. Selain menjadi pencapaian pribadi, prestasi tersebut juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan menjelang Asian Para Games 2026 di Jepang.
“Semoga hasil ini menjadi bekal berharga untuk menghadapi Asian Para Games. Saya ingin terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia, Kabupaten Bandung Barat, dan keluarga yang selalu mendukung perjuangan saya,” ungkapnya.
Jaenal berharap keberhasilannya dapat memotivasi para penyandang disabilitas untuk berani mengembangkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi selama disertai kerja keras dan semangat pantang menyerah.
“Meraih prestasi memang tidak mudah. Dibutuhkan disiplin, ketekunan, konsistensi, dan doa. Kalau terus berusaha, insya Allah akan ada jalan menuju kesuksesan,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kekompakan menjadi faktor utama di balik keberhasilan tim estafet Indonesia meraih medali emas. Selama menjalani pemusatan latihan, para atlet telah membangun komunikasi dan pemahaman yang kuat satu sama lain.
“Kami sudah lama berlatih bersama sehingga chemistry dalam tim terbangun dengan baik. Itu yang menjadi salah satu kunci keberhasilan kami,” ujarnya.
Tak lupa, Jaenal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama ini, mulai dari keluarga, pelatih, NPCI, hingga pemerintah.
Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat, ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap atlet disabilitas terus ditingkatkan, baik melalui pembinaan maupun penyediaan fasilitas yang memadai.
“Dukungan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan semangat dan prestasi atlet. Mudah-mudahan perhatian terhadap olahraga disabilitas semakin besar ke depannya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Jaenal mengajak para penyandang disabilitas untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan terus berjuang mengembangkan bakat yang dimiliki.
“Jangan takut mencoba dan jangan pernah menyerah. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Terus bergerak, terus belajar, dan terus berjuang meraih cita-cita,” pungkasnya.*





