SATUMEDIA.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan menilai Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi momentum penting untuk menegaskan arah baru pembangunan daerah. Memasuki usia yang semakin matang, KBB dinilai harus berani menentukan masa depannya sendiri dan tidak lagi bergantung pada identitas sebagai daerah hasil pemekaran.
Menurutnya, usia 19 tahun dapat dimaknai sebagai fase kedewasaan sebuah daerah. Setelah hampir dua dekade berdiri, KBB kini memiliki pengalaman, sumber daya, dan kapasitas yang cukup untuk merancang lompatan pembangunan jangka panjang.
“Usia 19 tahun adalah usia yang penuh keberanian untuk mengambil keputusan besar. Bandung Barat harus berani menetapkan visi masa depan yang jelas dan terukur,” ujar Dadan, Jumat (19/6/2026).
Ia menegaskan, arah pembangunan KBB ke depan tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pariwisata maupun industri semata. Bandung Barat harus mampu memanfaatkan potensi pertaniannya melalui pendekatan modern dan berbasis teknologi, sekaligus menciptakan ruang yang mendukung kreativitas serta produktivitas generasi muda.
“Kami ingin Bandung Barat menjadi laboratorium pertanian modern. Daerah yang mampu mengembangkan inovasi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membuka peluang kerja bagi anak-anak muda agar mereka dapat berkembang di daerahnya sendiri,” kata Ketua DPD Golkar KBB ini.
Selain itu, usia ke-19 juga dimaknai melalui filosofi angka 1 dan 9. Angka 1 melambangkan satu tujuan bersama, yakni mewujudkan Bandung Barat yang maju dan sejahtera. Sementara angka 9 menggambarkan seluruh penjuru wilayah yang harus merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Seluruh kecamatan dan desa harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Tidak boleh ada lagi kesenjangan antara wilayah utara dan selatan. Kemajuan Bandung Barat harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut sejumlah langkah konkret yang dapat mendukung visi tersebut, antara lain penguatan pendidikan dan pelatihan bagi petani muda, pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar hasil pertanian, serta pengembangan riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-19 KBB tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.*





