SATUMEDIA.ID – Keberadaan komplek perumahan The Emeralda Resort dituding warga sebagai penyebab banjir lumpur yang menimpa RW 15, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Karena kesal, warga sempat menutup paksa akses masuknya. Seperti diketahui pada Sabtu (19/4/2025), warga Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB, yang geram kepada pengembang proyek perumahan elit The Emeralda Resort, melakukan aksi pemblokiran dan penutupan akses jalan menuju lokasi proyek perumahan tersebut.
Pasalnya sejak dilakukannya aktivitas proyek perumahan yang dibangun di puncak Gunung Kacapi itu, rumah-rumah warga serta sejumlah perkampungan di bawahnya menjadi kebanjiran. Warga meminta seluruh kegiatan penggalian serta pengurugan (cut and fill) dihentikan sementara.
Masyarakat mengeluhkan air larian dari pembangunan perumahan The Emeralda Resort. Ini dikarenakan lokasi pembangunannya berada di wilayah paling atas di puncak Gunung Kacapi, Kampung Gunung Bentang.
Keluhan warga yang terdampak banjir direspon DPRD KBB. Ditindaklanjuti dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh gabungan komisi ke pengembang perumahan The Emeralda Resort, Jumat (9/5/2025).
Rombongan DPRD KBB terdiri dari Ketua Komisi I Sandi Supyandi, Ketua Komisi IIII Pither Tjuandis, Ketua Komisi IV Nur Djulaeha, beserta jajaran anggota komisi.
Didampingi dinas terkait seperti dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perhubungan, perwakilan kecamatan dan desa.
Ketua Komisi IIII DPRD KBB Pither Tjuandis mengatakan, sidak merupakan tindaklanjut dari aspirasi masyarakat terkait aktivitas pembangunan The Emeralda Resort. Warga mengeluhkan banjir yang terjadi sejak terjadi aktivitas pembangunan di perumahan elit tersebut.
“Kehadiran kami di sini, untuk meminta penjelasan pihak pengembang terkait dengan perizinan yang sudah ditempuh. Sebagai tindak lanjut dari aspirasi yang masuk ke dewan dengan terjun ke lapangan,” kata Pither.
Ia mengungkapkan, pihak pengembang menjelaskan sudah ada 153 unit yang telah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Sedangkan yang lain masih berproses.
Ia mengingatkan agar semua perizinan ditempuh terlebih dahulu sebelum membangun. Sehingga ketika Amdal dan site plan sudah jadi, semua sesuai dan tidak ada perubahan, yang bisa berimbas harus dilakukan revisi ulang.
Pither meminta pengembang membereskan saluran air agar kejadian banjir ke permukiman warga yang ada di bawahnya tidak terjadi lagi. Sehingga air limpasan jangan semua dibuang ke saluran lama.
“Ini peil banjirnya harus diperhatikan, jangan sampai banjir lagi. Penyelesaiannya mesti secara global, jangan hanya masalah di RW 14 saja, karena dampak banjir juga dirasakan oleh warga di RW 15 dan sekitarnya,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Sejauh ini antara warga dan pengembang sudah membuat kesepakatan di kantor desa terkait penanganan masalah banjir. Salah satunya dengan memetakan titik-titik rawan yang harus segera diantisipasi, mengingingat di sekitar The Emeralda Resort ada 16 RW yang bisa terdampak.
Salah seorang perwakilan warga RW 15 Desa Jayamekar, Dadang menyebutkan sejak adanya pembangunan perumahan The Emeralda Resort wilayahnya kerap kebanjiran
“Emeralda di RW 14 lokasinya di atas, rumah kami di RW 15 di bawah. Makanya kalau hujan pasti kebanjiran, karena air pasti larinya ke bawah,” ujarnya.
Sementara itu pihak pengembang The Emeralda Resort mengaku sejumlah kesepakatan dengan warga yang telah dibuat akan terus diselesaikan. Dimana bersama pemerintah desa dan muspika telah menyepakati tujuh poin penyelesaian masalah banjir.
Salah satunya pembangunan saluran irigasi sebagai solusi jangka panjang mengatasi banjir. Itu nantinya akan ditangani tim khusus dan melaporkan progresnya secara berkala.
“Kita konsisten untuk menyelesaikan semua apa yang ada di kesepakatan itu, tentunya dengan bantuan dari Komisi III DPRD KBB. Kita pun tidak ingin one prestasi terhadap kesepakatan yang sudah dibuat,” ucap perwakilan pihak pengembang perumahan The Emeralda Resort, Heru.*





