SATUMEDIA.ID – Setiap tahun rata-rata 400 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pensiun. Sayangnya tidak diimbangi dengan pengangkatan PNS baru.
“Setiap tahun sekitar 400-an PNS di Pemkab Bandung Barat pensiun. Sementara rekrutmen PNS baru jumlahnya sangat sedikit, contohnya pada 2024 hanya mendapat kuota 27 formasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB, Rega Wiguna di Ngamprah, Selasa (10/6/2025).
Rega menyebut 27 formasi untuk 7 organisasi perangkat daerah (OPD). Terbanyak di Satpol PP dengan jumlah 13 formasi.
Ia memperkirakan dengan rata-rata 400-an per tahun yang pensiun diperkirakan pada 2030 akan menjadi puncak dari kekurangan PNS. Kecuali setiap tahun, kuota PNS KBB sebanding dengan PNS pensiun.
Rega mengungkapkan, saat ini terdapat 5.234 PNS di Pemkab Bandung Barat dan 3.352 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sehingga totalnya 8.595 aparatur sipil negara (ASN).
“Idealnya Pemkab Bandung Barat membutuhkan sekitar 12 ribu ASN. Paling kurang memang PNS, selain kuota formasi baru yang sedikit, juga tambahan praja IPDN paling 1-2 orang per tahun,” ujarnya.
Sementara itu, pada tahun 2025 ada tiga pejabat eselon 2 yang pensiun. Mei lalu, Avira Nur Fashihah yang menjabat Asisten Administrasi pensiun, kemudian pada Juli 2025 Asep Wahyu yang kini menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan memasuki pensiun. Terakhir, Suryaman yang sekarang menduduki posisi Staf Ahli akan memasuki pensiun pada September 2025.
Di posisi camat juga terjadi kekosongan jabatan karena pejabatnya memasuki usia pensiun. Data dari BKPSDM KBB, jabatan camat Sindangkerta dan Cipongkor saat ini sudah kosong.
“Pada Juli nanti, Camat Cisarua akan memasuki masa pensiun. Giliran Camat Batujajar pada Agustus 2025 yang pensiun,. Untuk sementara jabatan kosong dipegang pelaksana tugas. Dengan demikian tidak terjadi kekosongan jabatan,” ungkapnya.*





