SATUMEDIA.ID – Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan kunjungan kerja ke Kantor PLN (Persero) PLTA Upper Cisokan, Kecamatan Cipongkor pada Jumat (20/6/2025).
Kunjungan kerja komisi gabungan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD KBB Asep Dedi, Ketua Komisi III Pither Tjuandys dan Ketua Komisi IV Nur Julaeha untuk meminta penjelasan PLN PLTA Upper Cisokan terkait ketenagakerjaan dan persoalan Gunung Karang.
“Sebelumnya DPRD KBB mendapat pengaduan dari warga soal ketenagakerjaan dan masalah Gunung Karang. Kami respon dengan minta klarifikasi langsung kepada pihak PLN,” kata Nur.
Berdasarkan penjelasan pihak PLN terkait ketenagakerjaan, lanjut Nur, terdapat 150 tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari China dan Korea Selatan, serta 400 -an tenaga kerja lokal yang terlibat pada proyek PLTA Upper Cisokan.
“Keberadaan tenaga kerja asing di mega proyek PLTA Upper Cisokan, katanya sebagai tenaga skill khusus. Keberadaan TKA asal China dan Korea Selatan, karena peralatan yang digunakan pada proyek tersebut berasal dari kedua negara tersebut,” jelas Nur.
Politisi PKS ini meminta kepada PLN ketika PLTA Upper Cisokan beroperasi harus lebih memperbanyak tenaga kerja lokal, terutama yang berasal dari 8 desa di KBB.
“Bakal ada 1300 pegawai yang dibutuhkan ketika PLTA Upper Cisokan beroperasi. Kami meminta prioritaskan tenaga kerja lokal,” tandasnya.
Kompensasi
Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, dalam pertemuan tersebut disampaikan keluhan warga yang terdampak penambangan Gunung Karang untuk proyek PLTA Upper Cisokan.
“Tadi pihak PLN berjanji akan memperbaiki 24 bangunan rumah yang mengalami retak-retak. Sementara mengenai kompensasi dampak polusi udara dan kebisingan dijanjikan kompensasi Rp200 ribu,” kata Pither.
Namun, Pither meminta pihak PLN menambah besaran kompensasi. Menurutnya, nominalnya terlalu kecil apalagi hanya dibayarkan sekali.
“Yang terdampak itukan hanya sekitar 24 orang, jika dikalikan Rp 200 ribu jelas tak seberapa bagi BUMN sekelas PLN. Oleh karena itu, kami meminta nominalnya ditambah,” sebut politisi Partai Demokrat ini.
Di tempat yang sama, Manager PT PLN (Persero) UPP Jawa Bagian Tengah 1, Nugroho Budi Sulaksono menerangkan, 24 rumah yang terdampak bakal segera diperbaiki paling lambat pekan depan.
“Soal bangunan yang retak-retak akan kita perbaiki Minggu depan. Kondisi rumah yang terdampak hanya mengalami rusak ringan,” kata Nugroho.
Sementara itu, terkait dampak debu kepada masyarakat, Nugroho mengaku belum menerima laporan ataupun keluhan langsung kepada pihaknya.
Lebih jauh diungkapkannya, jauh sebelum proyek dikerjakan sudah banyak CSR yang diberikan untuk Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur.
“Sejak 2015 kami sudah memberikan CSR bagi yang terdampak langsung maupun tidak,” sebutnya.
Berdasarkan catatan Satumedia.id,
Community Development (comdev) dati proyek pembangunan PLTA Upper Cisokan yang diterima KBB mencapai Rp225 miliar dan Kabupaten Cianjur sebesar Rp175 miliar.
Bantuan itu digunakan untuk peningkatan rehabilitasi jalan kabupaten, pembangunan rumah sakit lengkap dengan fasilitasnya,
pengadaan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya, pembangunan masjid besar dan atau
Islamic Center.
Selanjutnya, pembangunan gedung sekolah, dan pembangunan dan pengembangan irigasi. PLN tidak hanya memperbaiki jalan tapi juga membangun akses jalan baru (new access road,red) menuju daerah genangan dari Kecamatan Cipongkor menuju Kecamatan Rongga.*





