80 Tahun Indonesia Merdeka, Pembangunan di Bandung Barat Masih Menyisakan Beberapa Tantangan

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadan Supardan.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadan Supardan menyebut pembangunan di Bandung Barat setelah 80 tahun Indonesia Merdeka masih ada beberapa aspek yang perlu untuk dievaluasi dalam menentukan keselarasan dengan harapan masyarakat.

Ia menyebut, setidaknya ada 4 hal yang menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan sekaligus lahirnya KBB sebagai daerah otonom baru .

“Pertama di bidang infrastruktur, Bandung Barat saat ini sudah memiliki infrastruktur jalan yang cukup baik, diantaranya akses jalan menuju pusat pemerintahan walau masih perlu adanya pelebaran jalan, ekses jalan ke wilayah selatan dan daerah destinasi wisata. Namun, tentu saja masih ada beberapa daerah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur baik jalan provinsi, jalan kabupaten, maupun jalan yang ada di daerah pedesaan,” tutur Dadan, Senin (18/8/2025).

Kedua, lanjut Dadan, berkaitan dengan
sektor ekonomi di Bandung Barat sudah terlihat adanya pertumbuhan baik sektor industri besar, menengah dan kecil, terutama di bidang pertanian dan pariwisata.

“Namun, masih ada tantangan terutama dalam mendorong, memfasilitasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan berkembang majunya sektor industri, semestinya berbanding lurus dengan menurunnya angka putus kerja atau pengangguran dan mampu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Dadan menyebut, bidang pendidikan menjadi perhatian ketiga yang mesti dituntaskan Pemkab Bandung Barat. Menurutnya, KBB memiliki beberapa institusi pendidikan yang berkualitas di beberapa daerah.

“Tapi ironisnya, masih ada beberapa daerah yang membutuhkan fasilitas pemerintah dalam peningkatan kulatias sumberdaya pengajar yang merata di setiap instansi pendidikan, baik di kota terutama daerah pedesaan,” kata politisi Partai Golkar ini.

Ia pun mendorong Pemkab Bandung Barat untuk menuntaskan fasilitasi peningkatan status tenaga pendidik dari honorer menjadi ASN/PPPK, peningkatan kualitas akses pendidikan yang mudah terjangkau, merata dan lebih baik.

“Keempat sektor kesehatan, saat ini fasilitas kesehatan di KBB sudah cukup baik dan sudah hampir merata dengan adanya RSUD Cililin, RSUD Cikalongwetan dan RSUD Lembang. Tapi tentunya masih perlu untuk ditingkatkan, terutama adanya kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” sebut Dadan.

Ia menambahkan, pelayanan harus
lebih humanis, pelayanan kesehatan gratis bagi semua masyarakat terutama yang tidak mampu, ibu hamil dan ibu melahirkan.

“Pemerintah mesti memfasilitasi peningkatan kesejahteraan dan kualitas tenaga medis yang ada di rumah sakit daerah (BLUD) agar mereka lebih bisa meningkatkan kualitas pelayanan medis yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terutama di daerah pedesaan dan tertinggal,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Bandung Barat memiliki harapan yang tinggi terhadap peningkatan kualitas hidup. Sehingga
perlu angkah kongkrit pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan. melalui program-program pembangunan yang tepat sasaran.

“Evaluasi pembangunan ini sangat penting untuk terus dilakukan. Mengingat di usia 80 tahun Indonesia Merdeka, hingga kini masih menyisakan beberapa tantangan yang perlu segera diatasi Pemkab Bandung Barat untuk memenuhi harapan masyarakat,” pungkasnya.*

Pos terkait