Satu Lagi Dapur MBG di Kabupaten Bandung Diresmikan, Wabup: Siap Dijalankan Melayani Penerima Manfaat

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat menyuapi menu MBG kepada seorang anak di Kecamatan Dayeuhkolot, Selasa (19/8/2025).(Dok.Prokompim Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Satu lagi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung diresmikan. Sebelumnya, sudah ada 44 dapur yang telah beroperasi penuh, lebih dari 200 dapur MBG siap dijalankan.

Dapur MBG yang terakhir diresmikan
Wakil Bupati Ali Syakieb berlokasi di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Selasa (19/8/2025).

Peresmian dihadiri juga oleh Kadin Korwil Jabar Banten dan Wakil Ketua Satgas MBG Kadin Indonesia.

Ali Syakieb dalam sambutannya menekankan bahwa dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang hampir mencapai 3,8 juta jiwa, keberadaan dapur MBG sangat strategis. Jika program ini berhasil menjangkau 361 titik dapur, maka sekitar 1,2 juta masyarakat dapat menerima manfaat langsung dari program ini.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk aktif berpartisipasi dalam menyukseskan program ini. Mengingat nilai ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat lokal, terutama pelaku usaha kecil yang menyuplai bahan pangan dari wilayah sekitar. Jika dijalankan secara serentak dan terstruktur, multiplier effect-nya akan sangat besar bagi perekonomian daerah,” tutur Ali Syakieb.

Wabup mengungkapkan, sampai sekarang sudah ada 361 titik dapur MBG di Kabupaten Bandung, dengan 44 dapur beroperasi penuh dan lebih dari 200 siap dijalankan.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan program MBG ini untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak bangsa, mengurangi stunting serta memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang.

Sebagai daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 3,7 juta jiwa, Kabupaten Bandung menyambut dengan antusias pelaksanaan program makan bergizi gratis. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan pembentukan 358 SPPG yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung..

Adapun target penerima manfaat program MBG di Kabupaten Bandung mencapai 1.432.000 jiwa, yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Namun hingga kini, realisasi penerima manfaat baru mencapai 130.144 jiwa,” sebutnya.

Hal ini menunjukkan masih adanya tantangan, terutama dalam hal kesiapan sarana prasarana, seperti dapur MBG belum sepenuhnya memenuhi persyaratan teknis kesiapan pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

“Untuk itu, kami mohon dukungan dari jajaran Badan Gizi Nasional agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung dapat lebih optimal dan menjangkau lebih banyak kelompok rentan yang membutuhkan,” harapnya.*

Dapur MBG yang berlokasi di BUMDes Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot.(Dok.Prokompim Kabupaten Bandung).**

Pos terkait