SATUMEDIA.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninjau peternakan ayam yang bersinggungan dengan warga Perumahan Bumi Indah Parahyangan (BIP), Desa Citatah, Kecamatan Cipatat. Bau dan lalat banyak dikeluhkan warga penghuni komplek tersebut.
Jajaran Komisi III DPRD KBB dipimpin Pither Tjuandys mendatangi PT Agro Budi, peternakan ayam yang disebut sebagai sumber masalah, di Jalan Raya Cimerang, Kampung Margaluyu, Citatah.
“Kami datang langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait bau tak sedap dan serbuan lalat yang berasal dari peternakan ayam,” ujar Pither saat dihubungi, Minggu (5/10/2025).
Menurut Pither, penanganan persoalan lingkungan seperti ini tidak bisa diselesaikan secara instan. Namun, kabar baiknya, pihak pengusaha menyatakan kesediaan memperbaiki sistem pengelolaan limbah setelah sebelumnya terkendala armada pengangkut yang rusak.
“Warga sudah beberapa kali bermusyawarah, tapi masalah bau masih terus terasa. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat dilaporkan karena tidak melakukan penyegelan,” ungkapnya.
Kini, sebagian besar armada pengangkut limbah telah kembali beroperasi, membuat kondisi berangsur normal. Meski begitu, DPRD menilai pengelolaan air limbah masih perlu perbaikan menyeluruh agar tak memunculkan masalah baru.
“Bau itu kan tergantung arah angin. Tapi saat kami masuk ke lokasi peternakan, suasananya cukup bersih. Hanya sistem pembuangan kotorannya yang masih harus dibenahi,” kata Pither.
Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Pither meminta masyarakat bersabar sambil DPRD berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pengusaha peternakan, Camat Cipatat, dan Dinas PUTR.
“Pengusaha sudah berkomitmen memperbaiki. Kami minta PUTR segera mengkaji saluran pembuangan agar lebih terarah dan tidak menimbulkan dampak baru. Dalam satu bulan harus ada hasil nyata, dan saya tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Sementara itu, Saefudin, perwakilan warga Perumahan BIP, menyambut positif langkah cepat DPRD. Ia berharap persoalan bau dan lalat yang mengganggu kenyamanan warga dapat segera berakhir.
“Alhamdulillah kami diterima baik. Mudah-mudahan kali ini ada solusi nyata. Kami siap terus berkomunikasi dengan semua pihak,” ujarnya penuh harap.
Meski langkah awal sudah diambil, warga Citatah masih menunggu bukti konkret bahwa udara di sekitar rumah mereka kembali bersih tanpa bau, dan tanpa lalat.*





