Asep Dedi: Pemuda Bandung Barat Harus Bangkit, Jadi Pelopor Bukan Penonton

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi.(Instagram).**

SATUMEDIA.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi, menyampaikan seruan menggugah jiwa kepada generasi muda agar bangkit dan mengambil peran strategis sebagai pelopor pembangunan bangsa, bukan sekadar penonton perubahan.

“Pemuda hari ini tidak boleh lagi terpasung dalam ketidakberdayaan atau dimarjinalisasi oleh sistem yang menindas. Sejarah telah membuktikan, kemerdekaan Indonesia digaungkan dan diperjuangkan oleh anak-anak muda,” ujar politisi PKB itu, Senin (27/10/2025).

Ia menegaskan, jiwa Sumpah Pemuda harus tetap hidup dan berkobar di dada setiap anak muda Bandung Barat dan Indonesia. Semangat itu, katanya, selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bandung Barat, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul, berakhlak, dan berkarakter sebagai prioritas utama.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam RPJMD untuk menciptakan SDM unggul, berakhlak, dan berkarakter diharapkan tidak menjadi retorika politik semata,” tegasnya.

“Ini menunjukkan adanya perhatian dan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan Bandung Barat dan bangsa.”

Namun, Asep Dedi mengingatkan bahwa komitmen pemerintah saja tidak cukup tanpa respon aktif dan karya nyata dari kalangan muda.

“Pemerintah punya komitmen, tapi pemuda harus bergerak. Harus menjadi pelopor, bukan pengekor,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya sinergi strategis antara kebijakan pemerintah dan inisiatif pemuda di berbagai sektor — sosial, pendidikan, politik, hingga ekonomi.
“Jangan hanya jadi penonton di panggung-panggung penting. Saatnya pemuda turun gelanggang, berkolaborasi dengan nyata,” ujarnya penuh semangat.

Lebih jauh, Asep menyoroti pentingnya sinergi lintas generasi — antara Generasi X, Milenial, dan Gen Z — untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Cita-cita Generasi Emas 2045 bukan jargon kosong. Ia harus menjadi darah dan nafas dalam setiap langkah pemuda,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi antargenerasi merupakan kunci agar estafet kepemimpinan bangsa berjalan mulus dan nilai-nilai perjuangan tidak terputus oleh zaman.

Di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi teknologi, Asep Dedi mengingatkan peran penting pemuda sebagai benteng moral dan ideologi bangsa.
“Pemuda adalah filter terdepan. Di tangan merekalah nilai-nilai luhur Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat Sumpah Pemuda harus dijaga dan dihidupi,” ujarnya.

“Mari jadikan momentum Sumpah Pemuda 2025 ini sebagai titik tolak untuk menjadi pemuda yang produktif, kritis, dan transformatif. Dengan sinergi antara semangat pemuda dan komitmen pemerintah, kita siapkan pemuda Bandung Barat sebagai pemimpin masa depan yang unggul, berakhlak, dan berkarakter,” pungkasnya.*

Pos terkait