SATUMEDIA.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat komitmennya membuka akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Langkah ini dilakukan agar lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai kapasitas, kemampuan, dan bakat mereka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tetap mengikuti standar akademik yang berlaku.
“Kita ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa masuk perguruan tinggi, tapi tetap harus memenuhi standar yang ditetapkan. Kepada anak-anak yang memenuhi standar tersebut, perguruan tinggi di bawah Kemendiktisaintek dengan senang hati akan menerima,” kata Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul saat ditemui di BBPPKS Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (28/11/ 2025).
Menurut Saifullah, Kemensos dalam beberapa bulan terakhir telah menjalin sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai institusi pendidikan. Di antaranya Universitas Arif Ginanjar serta perguruan tinggi di bawah Kementerian Kesehatan yang menyiapkan sekitar 600 kursi bagi siswa Sekolah Rakyat.
Tak hanya itu, terdapat pula 2.600 kursi tambahan yang dialokasikan di berbagai sekolah tinggi negeri. Selain sektor kesehatan, kolaborasi juga dilakukan dengan BUMN. PT Pos Indonesia, misalnya, menyiapkan 80–100 slot bagi lulusan SR untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional.
“Inisiatif ini bagian dari upaya menindaklanjuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat. Ke depan, kami berharap ada dua jalur yang bisa dipilih: melanjutkan pendidikan tinggi atau langsung bekerja maupun berwirausaha. Keduanya akan kami kawal,” kata Saifullah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Prof. Togar M. Simatupang, menyampaikan dukungan penuh terhadap program perluasan akses tersebut.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang mendorong pemerataan kesempatan pendidikan tinggi bagi seluruh anak bangsa.
“Kami menyiapkan beasiswa jalur afirmasi dan jalur minat-bakat. Kerja sama ini akan terus kami perluas ke perguruan tinggi, lembaga, dan kementerian lainnya. Saat ini sudah diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan, yang memiliki 39 Poltekkes di seluruh Indonesia. Sebanyak 600 siswa sudah disiapkan mendapatkan beasiswa, dan angka-angka ini akan kami laporkan secara real kepada Bapak Menteri,” ujar Togar.
Program kolaboratif ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lebih banyak anak dari latar belakang rentan untuk mengakses pendidikan tinggi, sekaligus membuka peluang mobilitas sosial yang lebih baik di masa depan.*





