SATUMEDIA.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat (KBB) merekomendasikan empat kandidat kuat untuk memimpin partai periode 2026–2031.
Keempat nama tersebut adalah Ketua DPC saat ini Asep Dedi, mantan calon Wakil Bupati KBB Unjang Asy’ari, Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi, serta anggota DPRD KBB Wendi Sukmawijaya.
Muscab yang digelar di Hotel Eminance, Lembang, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi momentum konsolidasi partai dalam menentukan arah kepemimpinan PKB di Bumi Ngamprah.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, yang menyampaikan amanat langsung dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. Ia menyatakan bahwa kehadirannya di Bandung Barat merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi PKB di daerah tersebut.
“Saya diutus oleh Gus Muhaimin untuk hadir ke Bandung Barat. Cabang yang saya hadiri adalah cabang-cabang yang memiliki prestasi,” ujar Jazilul dalam sambutannya.
Dalam pidatonya, Jazilul menegaskan bahwa PKB tidak dapat dipisahkan dari peran ulama. Menurutnya, tantangan politik kebangsaan yang semakin kompleks menuntut kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan keimanan.
Ia juga menyampaikan dua pesan penting dari Gus Muhaimin kepada seluruh kader PKB. Pertama, kader harus turun langsung ke tengah masyarakat sebagai pelayan bagi petani, buruh, dan rakyat kecil. Kedua, kader PKB harus “naik kelas” dengan meningkatkan kapasitas diri agar mampu memimpin di berbagai tingkatan.
“Tidak cukup menjadi pelayan, tetapi kader PKB harus naik kelas, yaitu memimpin di manapun levelnya,” tegasnya.
Lonjakan Suara PKB
Sementara itu, Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi, memaparkan capaian signifikan partainya selama masa kepemimpinannya. Ia menyebut perolehan suara PKB pada Pemilu Legislatif 2024 meningkat tajam dari 79.479 suara pada 2019 menjadi 117.918 suara, atau naik sekitar 48 persen.
Kenaikan tersebut mengantarkan PKB meraih enam kursi di DPRD KBB serta posisi Wakil Ketua DPRD. “Ini adalah mandat rakyat yang berat namun mulia. Rakyat menaruh harapan besar di pundak kita,” ujar Asep yang akrab disapa Kang Asded.
Ia menegaskan bahwa kredo “Bangkit, Solid, Menang” diwujudkan melalui konsep politik kehadiran, di mana PKB terus hadir melayani masyarakat, tidak hanya saat momentum pemilu. Salah satu program unggulan adalah Gerak Tanggap Darurat, berupa penyediaan ambulans dan mobil siaga di setiap daerah pemilihan.
Selain itu, Kang Asded juga menyoroti penguatan struktur partai hingga ke tingkat ranting dan anak ranting di 165 desa se-Kabupaten Bandung Barat, serta peran aktif badan otonom seperti Garda Bangsa, Gemasaba, Perempuan Bangsa, dan Gerbangtani.
Militansi kader, menurutnya, menjadi fondasi utama menghadapi berbagai tantangan politik.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti peran badan otonom dan sayap partai seperti Garda Bangsa, Gemasaba, Perempuan Bangsa, dan Gerbangtani yang bergerak di garis depan. Selain itu, Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP), Lembaga Kaderisasi Partai (LKP), dan Lembaga Saksi Pemilu (LSP) bekerja profesional mengawal kemenangan dan suara rakyat.
Salah satu program unggulan yang dibanggakan adalah Gerak Tanggap Darurat, yang menghadirkan armada ambulans dan mobil siaga di setiap daerah pemilihan (Dapil).
“Kami ingin memastikan ketika rakyat membutuhkan akses kesehatan darurat, PKB adalah pihak pertama yang hadir, siaga 24 jam tanpa memandang latar belakang,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Kang Asded menyebut dukungan dari Wakil Ketua Umum DPP PKB, H.Cucun Ahmad Syamsurijal yang melahirkan Universitas Bandung sebagai harapan bagi kader PKB untuk melanjutkan kuliah.
Partai juga memberi perhatian besar pada penguatan sarana prasarana pondok pesantren dan rumah ibadah, sejalan dengan pembangunan fisik dan karakter spiritual.
Menghadapi tantangan era baru, PKB KBB melakukan modernisasi dan digitalisasi organisasi. Monitoring dan evaluasi kerja partai kini dilakukan berbasis data akurat dan teknologi, sehingga solusi yang ditawarkan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Dengan penuh ketulusan, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para kyai, alim ulama, dan para ajengan yang telah memberikan doa dan restu. Kepada pengurus DPP PKB, pengurus DPW PKB Jawa Barat, pengurus cabang, pengurus anak cabang (DPAC), pengurus ranting, hingga anak rantingyang tak pernah lelah bergerak di tengah masyarakat,” ucap Asep Dedi.
Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh konstituen, para pendukung setia PKB di seluruh penjuru Kabupaten Bandung Barat, dari ujung selatan hingga utara, dari perkotaan hingga pelosok desa.
“Tanpa jalan bersama, tanpa kebersamaan yang tulus dari semuanya, mustahil PKB Bandung Barat dapat berjalan sejauh ini. Semua capaian ini adalah buah dari perjuangan kolektif, keringat bersama, dan doa yang tak putus-putusnya,” pungkasnya dengan nada haru.
Mengakhiri sambutannya, Asep Dedi mengajak seluruh pengurus dan kader untuk tetap istiqomah, memperkuat sinergi, dan memastikan PKB selalu ada di hati masyarakat.
“Dengan semangat Bangkit, Solid, Menang, kita akan membawa Kabupaten Bandung Barat menuju masa depan yang lebih gemilang, adil, dan makmur,” tegasnya.
Ia menutup pidato dengan mengutip kalimat Sutan Syahrir: “Hidup yang tidak pernah diperjuangkan maka tidak akan pernah dimenangkan.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang turut hadir dalam Muscab tersebut, menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan PKB. Ia menilai partai tersebut memiliki keselarasan visi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya dalam mewujudkan visi AGAMIS (Agamis, Aman, Maju, Inovatif, dan Sejahtera).
“PKB bukan rumah orang lain, melainkan sudah seperti rumah sendiri,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh partai politik, termasuk yang berada di luar koalisi, untuk bersatu membangun Kabupaten Bandung Barat.
Menutup rangkaian kegiatan, Asep Dedi menegaskan bahwa siapapun yang terpilih sebagai ketua nantinya, soliditas partai harus tetap terjaga.
“Siapapun nanti yang akan meneruskan kepemimpinan PKB, maka PKB akan selalu solid,” kata Wakil Bupati Asep Ismail.
Muscab PKB Bandung Barat menjadi penanda komitmen partai dalam mencetak kader-kader unggul yang berakar pada nilai keulamaan dan kebangsaan, sekaligus menentukan arah kepemimpinan partai untuk lima tahun ke depan.*





