SATUMEDIA.ID – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Jumat (17/4/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Desa Panyadap. Usai kegiatan, kedua pejabat bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi guna membahas langkah penanganan bencana sekaligus upaya pencegahan banjir ke depan.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah dan warga berharap persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut dapat segera ditangani secara menyeluruh.
Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas PUTR, Disperkimtan, dan Dinas Sosial.
Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang akrab disapa KDS, menegaskan bahwa pemerintah daerah kini memfokuskan langkah pada penanggulangan bencana sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami mengarahkan program pada kegiatan penanggulangan bencana. Dari 29 kecamatan di Kabupaten Bandung, semuanya menjadi perhatian untuk diantisipasi penyelesaiannya,” ujar Dadang.
Ia juga menyebut telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan berencana bertemu langsung dengan menteri terkait pada Selasa (21/4/2026) untuk menyampaikan kebutuhan penanganan, termasuk dukungan logistik.
Selain itu, BNPB disebut turut memberikan dukungan dalam penanganan pascabencana di wilayah Kabupaten Bandung.
Sebagai langkah strategis, Pemkab Bandung akan menerapkan program kolaboratif pentahelix di sembilan kecamatan rawan banjir, yakni Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, Banjaran, Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya, dan Ibun.
“Program pentahelix ini melibatkan berbagai pihak. Insya Allah mulai Sabtu (18/4/2026) sudah mulai berjalan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga akan menangani sungai di Desa Panyadap dan Bojong,” kata dia.
Sementara itu, dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung yang puncaknya jatuh pada 20 April 2026, pemerintah daerah memilih menggelar kegiatan secara sederhana.
Upacara akan dipusatkan di Lapangan Upakarti Soreang dengan melibatkan camat dan kepala desa se-Kabupaten Bandung. Adapun acara hiburan malam yang semula direncanakan berupa wayang golek, diganti dengan kegiatan istighosah yang dilaksanakan secara hybrid di Gedung Mohamad Toha Soreang.
“Peringatan tahun ini kami laksanakan dengan sederhana, menyesuaikan kondisi kebencanaan yang sedang terjadi,” kata Dadang.*





