Ketua Komisi I DPRD KBB: Spirit Kurban Jadi Fondasi Birokrasi Bersih dan Melayani

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai refleksi untuk memperkuat integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Sandi, makna Idul Adha tidak berhenti pada ritual penyembelihan hewan kurban semata, melainkan mengandung nilai moral tentang keikhlasan, pengorbanan, hingga kepatuhan terhadap amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia birokrasi.

“Intisari kurban mengajarkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari kepentingan pribadi, melainkan dari kesediaan untuk berkorban demi kepentingan yang lebih besar,” kata Sandi dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Ia menegaskan, nilai-nilai kurban seharusnya menjadi ruh bagi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Jabatan, kata dia, bukan sekadar fasilitas atau simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada masyarakat.

Menurutnya, ASN yang berkarakter adalah aparatur yang mampu mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, bekerja dengan ikhlas, disiplin menjalankan tugas, serta siap menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Spirit kurban mengajarkan loyalitas terhadap amanah. Loyalitas ASN bukan kepada kepentingan kelompok atau individu, tetapi kepada rakyat, pelayanan publik, dan kemajuan daerah,” ujarnya.

Sandi menyebut budaya disiplin dalam birokrasi juga merupakan bentuk “kurban modern”. ASN dituntut rela mengorbankan rasa malas demi pelayanan, menekan ego demi kerja sama, hingga meninggalkan pola kerja lama menuju budaya kerja yang inovatif dan profesional.

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap daerah. Menurutnya, ASN tidak boleh bersikap pasif ketika daerah masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, lambannya pelayanan publik, rendahnya kualitas pendidikan, hingga ketimpangan sosial dan infrastruktur yang tertinggal.

“ASN harus hadir sebagai pelopor perubahan dan solusi di tengah masyarakat,” katanya.

Selain itu, Sandi menilai spirit Idul Adha juga mengandung pesan kepedulian sosial. Sebagaimana daging kurban dibagikan agar manfaatnya dirasakan bersama, birokrasi pun harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok kecil dan lemah yang membutuhkan perhatian negara.

Menurut dia, daerah yang bermartabat tidak hanya dibangun dengan anggaran besar, tetapi juga melalui aparatur yang memiliki integritas, kepedulian, semangat melayani, serta pengabdian yang tulus.

“Pembangunan terbaik lahir dari birokrasi yang bekerja bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena panggilan pengabdian,” ucapnya.

Menjelang Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat, Sandi berharap semangat Idul Adha dapat memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang amanah, humanis, dan berorientasi pada pelayanan.

“Kurban mengajarkan tentang keikhlasan memberi, ASN mengajarkan tentang keikhlasan mengabdi. Ketika keduanya menyatu, maka lahirlah birokrasi yang berkarakter dan daerah yang bermartabat,” katanya.*

 

Pos terkait