BGN Bantah Isu Penghentian Dana MBG, Tegaskan Program Tetap Berjalan

Kepala BGN Nanik S. Deyang.(Dok.BGN).**

SATUMEDIA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar mengenai penghentian penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga tersebut menegaskan kabar yang menyebut operasional dapur MBG akan berhenti akibat keterbatasan anggaran merupakan informasi yang tidak benar.

Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan hingga saat ini tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi yang mengarah pada penghentian layanan Program MBG di seluruh Indonesia. Karena itu, seluruh kegiatan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

“Kami memastikan program MBG tetap berjalan. Informasi yang menyebut adanya perintah penghentian operasional dapur MBG bukan berasal dari BGN dan tidak dapat dijadikan rujukan,” ujar Nanik dalam keterangannya dikutip Sabtu (6/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas beredarnya informasi yang menyebut sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi menghentikan operasional apabila dana yang tersedia tidak mencukupi.

Menurut Nanik, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan Program MBG yang menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Ia mengakui terdapat sejumlah proses administratif dalam pencairan anggaran yang menjadi bagian dari tata kelola program. Namun, kondisi tersebut tidak memengaruhi keberlangsungan pelaksanaan MBG di lapangan.

“Komitmen pemerintah untuk menjalankan program ini tidak berubah. Bahkan cakupan layanan terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat,” katanya.

BGN juga meminta seluruh mitra pelaksana, pengelola dapur MBG, yayasan, pemasok, serta pihak terkait lainnya untuk mengedepankan koordinasi melalui jalur resmi apabila menemukan kendala selama pelaksanaan program.

Selain itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan program pemerintah yang menyentuh kepentingan publik.

Nanik menegaskan, penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kebingungan dan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh pihak diminta mengacu pada informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BGN.

“Saat ini fokus kami adalah memastikan layanan MBG tetap berjalan optimal dan para penerima manfaat terus mendapatkan haknya. Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Nanik.

BGN memastikan koordinasi dengan seluruh mitra dan pemangku kepentingan terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi makanan bergizi di berbagai daerah.*

Pos terkait