Wujudkan Harapan Masyarakat, Pither Tjuandys Perjuangkan Akses Jalan Beton di Pasir Angling Lembang

Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys meresmikan akses jalan di Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (22/8/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Akses jalan di Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang selama bertahun-tahun rusak parah kini telah diperbaiki.

Jalan yang berada di RW 07 dan RW 16 tersebut kini menggunakan konstruksi rabat beton sepanjang sekitar 200 meter.

Perbaikan jalan ini diharapkan mempermudah aktivitas warga, terutama para petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil pertanian akibat kondisi jalan yang rusak.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys mengatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur di Desa Suntenjaya.

“Jalan ini menjadi salah satu prioritas karena aksesnya sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik dan bisa digunakan dengan lebih nyaman,” kata Pither setelah meresmikan jalan tersebut, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Pither, pembangunan jalan Kampung Pasir Angling merupakan tahap kedua dari rangkaian pembangunan infrastruktur yang dialokasikan untuk Desa Suntenjaya.

Jalan sepanjang kurang lebih 200 meter itu dibangun dengan anggaran Rp400 juta dan kini telah selesai dikerjakan.

“Ini merupakan pembangunan tahap kedua. Kami fokus memperbaiki akses yang menjadi jalur utama masyarakat, khususnya warga yang bekerja sebagai petani,” ujarnya.

Anggaran Rp 1,5 Miliar

Pither mengatakan, secara keseluruhan alokasi anggaran untuk pembangunan berbagai fasilitas di Desa Suntenjaya melalui Anggaran Murni 2026 mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan drainase, penerangan jalan umum, serta fasilitas keagamaan.

“Total anggaran yang dialokasikan untuk Desa Suntenjaya sekitar Rp1,5 miliar. Drainase di depan kantor desa sudah selesai, kemudian penerangan jalan juga sudah terpasang,” kata dia.

Sebanyak 10 titik penerangan jalan telah terpasang. Pemerintah juga menambah lima titik penerangan di kawasan Batu Lonceng.

Sebelumnya, bantuan juga disalurkan untuk pembangunan Masjid Batu Lonceng. Bangunan masjid tersebut kini telah berdiri dua lantai.

Lantai pertama telah selesai dan digunakan, sedangkan lantai kedua tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan, termasuk pemasangan keramik.

Pither menyebut bantuan lanjutan untuk penyelesaian masjid senilai Rp100 juta dijadwalkan dapat dicairkan pada akhir Desember 2026.

“Fasilitas ibadah juga penting karena lokasi desa cukup jauh dari pusat kota. Karena itu, kami ingin memastikan masyarakat memiliki tempat ibadah yang layak,” tuturnya.

Pither menilai perbaikan jalan di Kampung Pasir Angling memiliki dampak langsung terhadap perekonomian warga.

Mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai petani. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan yang rusak membuat pengangkutan hasil pertanian menjadi lebih sulit.

“Selama bertahun-tahun kondisi jalan di Pasir Angling sangat buruk. Padahal ini merupakan jalan desa yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas,” ucap Pither.

Menurut dia, buruknya akses jalan juga berpengaruh terhadap biaya pengangkutan hasil pertanian. Petani harus mengeluarkan ongkos lebih besar untuk membawa hasil panen menuju pasar.

Dengan kondisi jalan yang kini sudah diperbaiki, mobilitas kendaraan diharapkan menjadi lebih lancar sehingga distribusi hasil pertanian dapat dilakukan dengan biaya lebih efisien.

“Harapannya, hasil pertanian warga bisa lebih cepat dibawa ke pasar, ongkos angkut menjadi lebih rendah, dan pendapatan petani ikut meningkat,” katanya.

Pither menegaskan, pembangunan infrastruktur desa tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau akses jalannya bagus, pergerakan masyarakat menjadi lebih mudah. Petani juga memiliki kesempatan lebih besar untuk menjual hasil panennya dengan biaya distribusi yang lebih ringan,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan jalan, drainase, penerangan, dan fasilitas sosial yang dilakukan secara bersamaan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Suntenjaya.

“Semua infrastruktur harus saling mendukung. Jalan yang baik, drainase yang tertata, penerangan yang cukup, dan fasilitas sosial yang memadai akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.*

Pos terkait