SATUMEDIA.ID– Aksi penyerangan dan perusakan yang melibatkan sekelompok remaja terjadi di kawasan Pasar Pola, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Aksi tersebut kemudian viral di media sosial setelah sejumlah rekaman video memperlihatkan sekelompok remaja menyerang pengguna jalan hingga merusak sejumlah fasilitas dan kendaraan. Peristiwa itu terjadi pada 3 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.
Dalam video yang beredar, sekelompok remaja terlihat datang secara beriringan menggunakan sepeda motor. Mereka kemudian berhenti di sekitar kawasan Pasar Pola arah Melong.
Sesampainya di lokasi, para remaja tersebut diduga melempari pengendara yang melintas menggunakan batu. Keributan kemudian berkembang menjadi aksi saling serang dengan menggunakan bambu berukuran panjang.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya membubarkan kelompok remaja yang terlibat. Polisi yang menerima laporan selanjutnya mendatangi lokasi dan mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat.
Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi membenarkan adanya aksi penyerangan dan perusakan yang videonya beredar di media sosial.
Menurut Faruk, polisi telah mengamankan 17 orang yang seluruhnya masih berusia di bawah umur. Bahkan, salah satu dari mereka diketahui masih berusia di bawah 13 tahun.
“Sebanyak 17 orang sudah kami amankan untuk menjalani pemeriksaan. Mereka seluruhnya masih anak-anak, dan ada satu yang usianya belum mencapai 13 tahun,” ujar Faruk saat ditemui, Rabu (7/10/2026).
Faruk mengungkapkan, para remaja yang diamankan diduga merupakan bagian dari kelompok motor Lapendos yang merupakan singkatan dari Lelaki Penuh Dosa.
Kelompok tersebut, kata dia, sebelumnya juga tercatat beberapa kali terlibat dalam aksi penyerangan maupun bentrokan dengan kelompok motor lainnya.
“Untuk sementara, mereka diketahui berasal dari kelompok motor yang sama. Seluruhnya masih kami periksa untuk mengetahui peran masing-masing dalam kejadian tersebut,” kata Faruk.
Polisi masih mendalami motif penyerangan tersebut. Namun, berdasarkan penyelidikan awal, aksi bermula ketika para remaja itu berkendara secara berkelompok sebelum kemudian melakukan penyerangan di lokasi kejadian.
Faruk mengatakan, polisi juga mencocokkan keterangan para pelaku dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) serta video yang beredar di media sosial.
“Kami sedang menelusuri rangkaian kejadian dari awal. Mereka datang secara berkelompok menggunakan sepeda motor, kemudian terjadi tindakan penyerangan sebagaimana terlihat dalam rekaman yang beredar,” ujarnya.
Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Pemeriksaan terhadap 17 remaja yang telah diamankan terus dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing sekaligus mengetahui apakah masih ada pelaku lain yang belum tertangkap.
Selain itu, polisi juga belum memastikan apakah para remaja tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras ketika melakukan aksi penyerangan.
“Hal tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan. Kami masih mengembangkan kasus ini, termasuk mencari kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat,” tutur Faruk.*





