SATUMEDIA.ID – Sebanyak 80 tempat pemungutan suara (TPS) di Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) berada di daerah sinyal internet lemah. Diketahui total ada 2.562 TPS yang tersebar di 165 desa.
Lemahnya sinyal internet dikhawatirkan berpengaruh pada aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Kondisi itu terungkap setelah KPU KBB melakukan pemetaan.
“Keberadaan TPS yang lemah sinyal itu didapat berdasarkan hasil pemetaan. Khawatirnya, berpotensi mengalami gangguan pada saat mulai masuk Sirekap,” kata Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman saat dihubungi, Selasa (5/11/2024).
Ia mengungkapkan, TPS yang masuk kategori sinyal internetnya lemah itu paling banyak berada di wilayah selatan seperti Rongga, Cipongkor dan Gununghalu.
“Dari dulu memang di wilayah selatan yang selalu mengalami kendala sinyal internet.
Masalah jaringan ini menjadi perhatian kami tentunya di Pilkada ini,” ujarnya.
Dia tak memungkiri, lemahnya jaringan sinyal internet berpotensi bisa menganggu proses pengunggahan hasil perhitungan suara ke dalam Sirekap. terjadi ketika Pemilu 2024 yang berlangsung pada Februari lalu.
“TPS yang berada di daerah lemah sinyal internet sangat berpengaruh terhadap percepatan hasil rekap. Proses pengunggahan akan mengalami keterlambatan,” sebutnya.
Terkait dengan persoalan itu, Ripqi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) KBB untuk menangani sinyal internet yang lemah.
“Permasalahan ini akan kami koordinasikan dengan Pemkab Bandung Barat dalam hal ini Diskominfotik KBB agar jaringan internet diperkuat pada 80 TPS tersebut,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Diskominfotik KBB, Yoppie Indrawan mengatakan pihaknya memastikan bakal melakukan upaya penguatan jaringan internet selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.
“Penguatan jaringan internet selama Pilkada sebagai bentuk dukungan pemerintah melancarkan pelaksanaan hajat demokrasi,” kata Yoppie.
Menurutnya, untuk penguatan jaringan internet pihaknya akan melakukan koordinasi dengan provider atau perusahaan jasa internet.
“Dari pengalaman pemilu sebelumnya, kami selalu berkoordinasi dengan pihak provider untuk melalukan penguatan sinyal internet. Sekarang pun, di Pilkada Serentak 2024 ini kembali akan kami lakukan,” tandasnya.*





