SATUMEDIA.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat realisasi penerimaan pajak daerah sampai awal November 2024 sudah mencapai 88,85 persen dari target sebesar Rp571 miliar.
“Per Jumat (8/11/2024) pekan kemarin, realisasi penerimaan pajak daerah sudah mencapai 88,85 persen. Kami optimistis dengan sisa waktu sekitar sebulan lebih masih bisa mencapai target penerimaan dari sektor pajak, yakni Rp571 miliar,” kata Kepala Bapenda KBB, Duddy Prabowo, Senin (12/11/2024).
Ia menyebut, capaian target untuk pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan dan air tanah rata-rata sudah mencapai 85%.
Data dari Bapenda KBB, target pendapatan dari pajak hotel pada tahun 2024 sebesar Rp32 miliar, target pajak restoran sebesar Rp65 miliar, target
pajak hiburan sebesar Rp17 miliar dan target pajak reklame sebesar Rp4,5 miliar.
Sementara itu, pajak penerangan jalan ditargetkan Rp75 miliar dan target pajak parkir sebesar Rp17 miliar. Selanjutnya, pajak air tanah sebesar Rp37 miliar, dan target pajak mineral bukan logam dan bantuan sebesar Rp3,5 miliar.
“Paling tinggi capaiannya adalah
PBB dan BHTB sekitar 95%. Untuk PBB targetnya sebesar Rp120 miliar dan pajak BPHTB Rp200 miliar,” sebutnya.
Ia menambahkan, berbagai upaya di lakukan Bapenda KBB agar target pendapatan dari sektor pajak daerah dapat tercapai. Salah satunya dengan memasang tapping box di restoran dan hotel.
Menurutnya, dengan dipasang tapping box di mesin kasir lebih mengoptimalkan potensi pendapatan. Pasalnya, setiap transaksi penjualan akan terpantau oleh Bapenda KBB.
“Dengan tapping box akan diketahui laporan harian, bulanan secara real time. Tentunya ini bisa optimal dibandingkan manual. Juga bisa meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak,” sebutnya.
Selain itu, lanjut Duddy, tapping box sekaligus pula berfungsi untuk mengawasi setiap transaksi penjualan. Sehingga lebih optimal dibandingkan dengan manual.
“Paling tidak meminimalisir terjadinya praktik kongkalikong antara petugas dengan perusahaan. Sebab, tidak ada lagi pertemuan tatap muka petugas dengan pihak hotel dan restoran. Semua sudah dilakukan secara online,” tukasnya.(Diskominfotik KBB).**





