Sampah Warga Dibuang ke Pasar Cililin, Komisi III DPRD KBB Minta RW Lakukan Pencegahan

Komisi III DPRD KBB bersama OPD terkait meninjau kondisi TPS Pasar Cililin yang dipenuhi sampah, Rabu (12/2/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Sejak diberlakukan pengurangan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti berdampak luas pada pengangkutan sampah di sejumlah titik tempat penampungan sementara (TPS) di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pengangkutan sampah oleh armada truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten tak bisa lagi dilakukan secara rutin. Akibatnya terjadi penumpukan sampah di mana-mana.

Salah satunya di TPS Pasar Cililin, Desa/Kecamatan Cililin, KBB. Mestinya, sampah yang dibuang ke TPS tersebut hanya dari lingkungan pasar. Namun sejak kebijakan pengurangan kuota pembuangan ke Sarimukti, sampah warga pun dibuang ke sana.

Pedagang dan warga yang bertempat tinggal di sekitar pasar mengeluhkan bau sampah. Terutama setelah hujan turun tercium aroma busuk menyengat.

Keluhan warga itu sampai ke Komisi III DPRD KBB yang menindaklanjuti dengan melakukan peninjauan ke lokasi TPS Pasar Cililin pada Rabu (12/2/2025).

Peninjauan dipimpin Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys. Hadir sejumlah anggota Komisi III DPRD KBB, Komisi I DPRD KBB, perwakilan dari DLH KBB, Disperindag KBB, UPT Pengelolaan Pasar Wilayah 2, Camat Cililin Opa Mustopa, Koramil Cililin, Polsek Cililin, Kepala Desa Cililin Tedi Kusniadi, dan tokoh masyarakat

“Tujuan Komisi III ke Pasar Cililin, untuk melihat secara langsung kondisi TPS yang ada di pasar ini. Memang faktanya terjadi penumpukan sampah sebagai akibat dari tidak optimalnya pengangkutan sampah,” kata Pither Tjuandys.

Sampah tidak hanya menimbulkan aroma tidak sedap, tapi juga berdampak pada kesehatan warga yang tempat tinggalnya tak jauh dari lokasi pembuangan sampah.

“Ada warga yang sakit karena dampak sampah,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, ternyata sampah yang masuk ke TPS Pasar Cililin juga berasal dari warga. Sekitar 40 persennya sampah dibuang warga ke TPS tersebut.

“Saya sudah mintakan kepada RW supaya warganya tidak lagi membuang sampah ke sini,” ujarnya.

Tindak lanjut hasil dari tinjauan ini, lanjut Pither, akan dibawa ke dalam rapat gabungan komisi pada 20 Februari 2025. Untuk mengambil sejumlah langkah penanganan persoalan sampah.

“Sebenarnya Komisi III juga sudah melayangkan surat permohonan audensi dengan DPRD Jabar terkait dengan persoalan sampah ini. Ada satu hal yang kami ingin sampaikan, menyangkut soal kuota pembuangan ke TPA Sarimukti. Mengapa KBB yang menjadi wilayah pembuangan sampah kuotanya lebih sedikit dibandingkan Kota Bandung. Harusnya KBB itu lebih banyak,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala UPT Pengelolaan Pasar Wilayah 2,
H. Momon membenarkan, bahwa 40 persen sampah yang menumpuk di TPS Pasar Cililin berasal dari warga, bukan sampah pedagang.

“Sampah pedagang itu rata-rata 6 roda kecil per hari. Sekarang bertambah sejak warga membuang juga ke sini. Sementara di sisi lain, pengangkutan sampah berkurang dari biasanya seminggu dua kali sekarang paling seminggu sekali. Bahkan bisa sampai dua Minggu baru ditarik,” ungkap Momon.

Kondisi ini mengakibatkan TPS yang memiliki luas 1.052 meter persegi ini tak bisa menampung sampah. Sehingga tumpukannya tumpah ke bawah.*

Pos terkait