SATUMEDIA.ID – Saat ini sedang trend membuat Aviary. Aviary sendiri merupakan sebuah kandang burung yang besar. Tak seperti kandang burung pada umumnya, kandang ini memungkinkan burung untuk memiliki ruang hidup yang lebih besar.
Dimana mereka bisa terbang seperti di alam bebas.Aviary sejatinya kandang burung berukuran besar dan mampu menampung beberapa jenis burung di dalamnya. Didalam Aviary ada kolam buatan untuk mandi burung, tanaman tertentu yang layak di Aviary dan ornamen lainnya sehingga burung di dalam aviary merasa betah dan nyaman.
Kegemaran baru membuat Aviary ini memang tidak sedikit cuan yang harus dikeluarkan apalagi jika si pemilik ingin membuat Aviary terlihat kokoh, sedap dipandang mata dan harus mirip dengan alam liar.Untuk membuat Aviari dengan kriteria itu ukuran panjang 5 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3 meter memerlukan biaya kurang lebih Rp 7,5 juta tidak termasuk ongkos tukang satu orang dengan durasi 10 hari kerja.
Komponen yang relatif mahal adalah hollow galvanis 4×4 cm tebal 1 mm, kawat ram lubang ½ cm anti karat, atap plastik gelombang dan lainnya.
Dengan aviary yang mirip alam liar, burung bisa melakukan berbagai aktivitas seperti di habitat aslinya. Aviary merupakan kandang outdoor yang isinya terdapat sumber air, tanaman, area berjemur, bebatuan, ranting pohon, dan lainnya.
Namun hanya ada beberapa jenis burung yang bisa disatukan dalam Aviary antara lain beo , belibis, cucak, colibri, emprit, gelatik, jalak Bali, kacer, kutilang, kenari, manyar, murai batu, puyuh, perkutut, prenjak, juga poksay. Keluar dari pakem jenis burung diatas, penulis mencoba dalam Aviary hanya diisi oleh burung lovebird dan perkutut saja.
Mengapa memilih perkutut karena burung ini merupakan tipikal burung yang suka dengan suasana panas. Sehingga sebisa mungkin Anda harus sering-sering menjemurnya di bawah sinar matahari.Dengan berada dalam Aviary perkutut bisa langsung mandi tiap saat karena tersedia kolam air mancur.
Selain itu makanan perkutut bisa barengan makan dengan burung Lovebird. Karena sembarangan memberikan makanan pada perkutut juga berbahaya. Sebab walau anda sudah memberikan makanan kesukaannya terkadang efeknya bisa memerburuk kondisi burung. Makanan perkutut yang sifatnya panas seperti godam hingga ketan hitam.Pemberian makanan tersebut jangan terlalu banyak tapi dicampur saja dengan milet agar efeknya tidak berlebihan.
Dengan ukuran kurang lebih 5 X 3 X 3 Meter Aviary yang letaknya di samping rumah juga selain perkutut juga diisi burung Lovebird . Kandang Aviary ini bisa memberi kesempatan burung untuk bersosialisasi dengan burung lain dan berinteraksi dengan lingkungan.
Burung diyakini akan menjadi lebih sehat dan bahagia, sehingga tidak mudah stres. Bagi penulis , kandang Aviary juga akan memberikan pengalaman yang luar biasa berbeda.Burung jenis karnivora atau burung pemangsa, seperti burung elang, burung hantu, dan burung nasar, tidak akan bisa dicampurkan dengan burung lain.Burung yang bisa dicampurkan, antara lain beo, belibis, cucak, colibri, emprit, gelatik, jalak Bali, kacer, kutilang, kenari, manyar, murai batu, puyuh, perkutut, prenjak, juga poksay.
Bisa juga dimasukkan jenis burung besar, seperti merak. Selain itu, dapat pula disertakan berbagai jenis unggas, seperti ayam kate dan angsa. Dapat disimpulkan, burung yang bisa digabungkan adalah jenis burung herbivora. Selain itu, burung dalam kandang aviary juga harus memiliki sifat damai dan mudah beradaptasi dalam kandang aviary.
Seperti diketahui burung lovebird juga bisa menjadi kawan yang setia dan memberikan semangat pada pemiliknya. Dikutip dari situs The Spruce Pets, lovebird merupakan jenis burung beo Afrika yang paling disukai selama lebih dari 100 tahun.
Hal ini didukung oleh segala kelebihan dan keunikan yang dimilikinya. Lovebird adalah burung bertubuh kecil dan berbulu indah. Jenis burung ini memiliki panjang sekitar 13 hingga 17 cm dan berat sekitar 40 gram.
Pembawaannya yang lincah dan ceria serta gemar bersiul atau ngekek. Lovebird betina sekali bertelur sekitar 3-6 butir kadang bahkan bisa lebih banyak lagi. Anak-anak burung akan meninggalkan sarang saat berusia 4-5 minggu setelah menetas.
Burung ini cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan mudah jinak. Sedangkan keunikan Lovebird lainnya adalah memiliki warna bulu dengan variasi, warna mencolok yang cerah seperti perpaduan merah, oranye, hijau, kuning dan biru menjadikan lovebird sangat menarik mata.
Dengan lingkar mata berwarna putih dan paruh kuning, warna lovebird ini sangat unik, kontras namun menyatu indah. Saat ini harga lovebird sudah membaik sepasang lovebird bisa dihargai antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Jika sudah jinak dan terlatih bersiul atau ngekek , harganya bisa lebih tinggi lagi.
Lovebird dikenal sebagai burung setia pasangan. Barangkali ini yang membuat orang menamainya sebagai lovebird. Merawat lovebird relatif mudah , burung ini juga tidak terlalu pemilih dalam hal makanan. Lovebird bisa memakan bijian misalnya milet, toge, buah-buahan, dan kombinasi dengan vitamin. Lovebird juga menyukai sayuran misalnya kangkung , bahkan tulang sotong sebagai makanan tambahan . Semua keunikan dan kelebihan perkutut dan lovebird bisa dilihat dan dinikmati diaviary di samping rumah penulis.
*) Mantan Pekerja Bank BRI, lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM




