Penting Bagi Lansia, Jalan Pagi Sambil Berdzikir 

Jalan kaki adalah gaya hidup yang perlu dibiasakan, terutama bagi lansia.(Dokumen Dede Supriatna)**

SATUMEDIA.ID – Jalan kaki adalah olahraga paling aman untuk kalangan lansia atau lanjut usia. Jika dilakukan dengan rutin ,berkelanjutan dan sesuai porsinya, akan efektif untuk membantu menjaga kebugaran dan kesehatan lansia.

Apalagi jalan kaki lansia dibarengi dengan berdzikir artinya tiap langkah ayunan kaki diikuti dengan empat kalimat ini yaitu Tasbih (Subhallah), Tahmid (Alhamdulilah), Takbir (Allahu Akbar) dan Tahlil (Laa ilaaha illallah). Selain itu, lafaz dzikir lain yang utama adalah bacaan istighfar.

Kalau penulis dzikir tasbih dimulai saat keluar dari rumah . Dalam jarak beberapa kilometer berganti dengan dzikir tahmid. Dua pertiga dari jarak yang akan ditempuh ganti lagi dengan takbir dan sebelum sampai di rumah dilanjutkan dengan tahlil dan istighfar. Begitu seterusnya karena penulis dalam seminggu hanya tiga kali jalan kaki pagi yakni Selasa, Jumat dan Minggu. Dalam perjalanan sejak awal sudah disiapkan uang Rp 5.000-an untuk orang-orang yang tidak mampu saat ditemui diperjalanan.

Dengan infak atau sedekah baik sembunyi sembunyi maupun terang terangan diharapkan mendapat ridho dari Allah SWT. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa berdzikir sangat dianjurkan bagi orang beriman dalam kondisi dan keadaan apapun. Hal ini juga memberikan pengertian bahwa berdzikir dibarengi jalan pagi hukumnya diperbolehkan.

Jalan kaki di pagi hari rata-rata selama 30 menit Insya Allah akan membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Jalan kaki dapat memperkuat jantung dan mengontrol tekanan darah apabila dilakukan secara rutin.

Dilansir dari berbagai sumber, berjalan kaki yang dilakukan lansia dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan-gangguan lain pada sistem metabolisme tubuh. Beberapa manfaat lain adalah sebagai berikut menguatkan otot, menjaga berat badan tetap stabil dan sehat,memperbaiki keseimbangan dan koordinasi tubuh — mengurangi resiko jatuh, meningkatkan mood dan kepercayaan diri, menurunkan risiko depresi dan kecemasan dan mengingkatkan kehidupan sosial lansia—dengan bertemu dengan orang yang mereka temui saat berjalan kaki.

Mengutip Geriatri.id, ada pula keterkaitan antara frekuensi lansia berjalan kaki dengan kemungkinan bertambah panjang usianya. Berdasarkan penelitian Lee, MBBS, ScD dari Harvard Medical School, disebutkan bahwa lansia yang merutinkan 4.400 langkah setiap harinya memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan lansia yang hanya menempuh langkah 2.700 per hari.

Beberapa penelitian memang menyebutkan bahwa semakin banyak langkah yang dilakukan, semakin tinggi pula tingkat manfaat yang didapat. Selain itu, Lansia yang melangkah 4.400 langkah setiap hari akan memperoleh manfaat yang lebih tinggi—risiko kematian yang lebih rendah—dibandingkan mereka yang berjalan 2.700 langkah per hari.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah pola hidup yang aktif bagi lansia,dengan lebih banyak berjalan dibandingkan duduk dan berbaring. Banyak jalan kaki adalah gaya hidup yang perlu dibiasakan,mulailah jalan kaki pagi dan buang jauh-jauh sifat malas .

Untuk menghitung langkah sebaiknya membeli alat bernama pedometer atau mengunduh di play store. Lalu jam berapa jalan kaki pagi dimulai yang direkomendasikan adalah dari pukul tujuh pagi hingga sembilan pagi.

Berolahraga di jam tersebut sudah terbukti dapat menjaga berat badan agar tetap ideal dan mencegah terjadinya obesitas. Kalau penulis karena menyusuri jalan Terusan Buah Batu dan sebagian jalan Soekarno Hatta Bandung terkenal padat dan macet , penulis berangkat dari rumah mulai jam 06.00 pagi hingga saat melintas jalan tadi masih terasa lengang. Mari kita mulai jalan pagi dibarengi dzikir dan infak/sedekah.

Penulis Dede Supriatna mantan pekerja Bank BRI dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM

 

Pos terkait