QRIS Versus ATM, Mana Lebih Unggul?

Dede Supriatna.(Dokumen pribadi)**

SATUMEDIA.ID – QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Untuk memudahkan QRIS bisa dibaca ‘kris’. Sistem QRIS ini sendiri merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai penyedia jasa sistem pembayaran (PJSP).

Jadi tidak perlu repot gonta ganti aplikasi untuk menyesuaikan dengan kode QR yang ada. Untuk membayar pakai QRIS, Anda cuma perlu buka aplikasi pembayaran digital di smartphone Anda, lalu scan code yang ditampilkan dan masukkan PIN.

Cara pembayaran ini dinilai lebih mudah, cepat dan tidak perlu cash/card. Bank Indonesia mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran non tunai menggunakan sistem QRIS pada 1 Januari 2020 lalu .

QRIS tidak ada masa aktif. bisa digunakan selamanya. Sekarang sudah tergabung merchant QRIS dengan 15,7 Juta pebisnis lainnya yang sudah menggunakan pembayaran QRIS di seluruh Indonesia.

Sebagai merchant tentu Anda bertanya berapa lama dana masuk ke rekening setelah proses settlement ? Dana akan masuk ke rekening paling cepat 2 hari kerja dan paling lama 5 hari kerja setelah settlement dilakukan.

Transaksi di toko/outlet/merchant QRIS tidak dikenakan biaya. Transaksi QRIS tidak perlu top up karena akan secara langsung memotong dari sumber dana yang dipilih untuk bertransaksi. Hal itu karena Bank Indonesia (BI) telah menegaskan, biaya layanan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS ditanggung oleh merchant. Karena QRIS sudah standar dalam pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code yang kalian lakukan lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Cara cek dana masuk QRIS : Login di dashboard QRIS, www.qris.online/dashboard, dengan akun yang sudah terdaftar.Pilih menu Transaksi QR untuk melihat semua dana masuk di transaksi QRIS.Pilih menu Settlement untuk mengetahui informasi settlement ke nomor rekening sesuai yang didaftarkan saat registrasi QRIS .

Pencairan dilakukan H+1 transaksi (dana transaksi hari ini akan dicairkan pada hari kerja berikutnya), 1x per hari pada pukul 09:00 – 17:00 WIB. Bank Indonesia (BI) resmi kenakan biaya penggunaan QRIS sebesar 0,3 persen kepada pedagang mulai 1 Juli 2023. Sebelumnya, BI menetapkan tarif merchant discount rate (MDR) penggunaan QRIS sebesar nol persen alias gratis selama tiga tahun.

Suka atau tidak suka digitalisasi cara pembayaran yang praktis dan mudah ini merupakan dambaan masyarakat pengguna transaksi pembayaran. Lalu bagaimana sekarang nasib ATM?.

Pertanyaan ini mengemuka karena sebagian besar fungsi ATM sudah diambil alih QRIS. Berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini, jumlah terminal ATM/CRM/CDM di bank umum mencapai 91.412 unit pada akhir 2023 bandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 94.016 terjadi penurunan 2.604.

Data lain menunjukkan transaksi memakai kartu ATM pun turun 7,33% – Januari 2024, menjadi 583,02 juta transaksi. Adapun, nilai transaksi kartu ATM dan debit turun 7,68% menjadi Rp593,43 triliun pada Januari 2024. Penurunan itu berkorelasi dengan pesatnya digitalisasi perbankan.

BI mencatat nilai transaksi digital perbankan pada awal Januari 2024 telah mencapai Rp5.335,33 triliun sedangkan nilai transaksi uang elektronik meningkat 39,28% mencapai Rp83,37 triliun pada Januari 2024. Dan seperti diduga tercacat peningkatan nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh pesat 149,46%, mencapai Rp31,65 triliun. Peningkatan transaksi QRIS karena QRIS sudah menjadi bagian dari gaya transaksi banyak masyarakat Indonesia.

Perlu diketahui kelebihan QRIS dimana kode QRIS memiliki desain yang menyimpan sejumlah besar data sehingga Anda bisa menggunakannya untuk transaksi lewat scan.

Berdasarkan prinsip teknologi dan penggunaannya, QRIS menawarkan berbagai keuntungan sebagai berikut: Cukup dengan pemindaian menggunakan smartphone, Anda sudah bisa melakukan transaksi. Selain itu Anda adalah sebagai penjual, tidak perlu menggunakan banyak kode QR agar bisa melayani transaksi. Cukup dengan satu kali permintaan resmi, Anda bisa mendapatkan satu kode unik sebagai alat transaksi. Kode tersebut bisa Anda pasang di dekat meja kasir atau meja layanan.

QRIS diciptakan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dari uang tunai. Sedangkan kekurangan karena QRIS sangat bergantung pada berbagai sistem, metode pembayaran ini rawan masalah teknis. Misalnya error pada pembacaan kode, lalu-lintas bank yang sibuk, hingga masa pembaruan atau perbaikan teknis pada aplikasi transaksi.

Hal ini bisa menyebabkan masalah seperti transaksi gagal. QRIS akan sulit dengan kualitas koneksi internet atau jaringan layanan bank yang belum merata. Memastikan nomor rekening pada kode QRIS penting agar Anda tidak membayar ke pihak yang salah. Akan tetapi, mengecek atau melakukan verifikasi nomor rekening pada kode QRIS memang agak susah.

Walau Anda bisa menghubungi pihak bank untuk menanyakannya, hal ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Kebanyakan pengguna kode QRIS masih sering beranggapan bahwa kode tersebut selalu aman. Padahal, banyak oknum yang dengan mudah memalsukan kode agar terlihat seperti kode resmi, padahal sebetulnya uangnya masuk ke rekening mereka sendiri.

Jika Anda tidak yakin dengan identitas kode tersebut, jangan melakukan pemindaian.Coba raba bagian atasnya, beberapa oknum melakukan penipuan dengan cara menutup kode yang asli menggunakan stiker kode palsu. Jika terasa ada bekas tempelan atau kualitas cetakan yang terkesan berkualitas rendah/tidak dilaminasi, Anda bisa menunda transaksi atau membeli produk di tempat lain yang lebih meyakinkan.*

*Penulis Dede Supriatna mantan pekerja Bank BRI dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM

 

Pos terkait