SATUMEDIA – Sebagaimana kita ketahui, Ramadhan adalah bulan penuh pengampunan. Ada baiknya pada bulan ini kita manfaatkan dengan memohon ampun kepada Allah SWT atau bertaubat atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
Seperti diutarakan Sayyid Abdul Aziz al-Darani, bahwa sejak dini, setiap saat, dari mulai baligh sampai ajal menjemput agar taubat terus menerus dilakukan . Allah SWT dan Rasullah SAW tidak pernah mensyaratkan “tua” sebagai salah satu syarat diterimanya taubat.
Taubat bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan bagi orang yang merasa dirinya tidak pernah melakukan dosa. Dia harus taubat dari perasaannya itu, karena tidak ada manusia yang tidak membawa beban dosa selain para malaikat.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR Imam al-Bukhari).
Pada bulan Ramadan ini, dalam rangka pertaubatan tersebut, salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca dalam bulan suci ini adalah perbanyak memohon ampunan, sebagaimana salah satu doa berikut: Wahai Allah. Sesungguhnya Engkau maha pengampun serta suka mengampuni, maka ampunilah aku. Doa ini dianjurkan untuk dibaca pada tanggal-tanggal potensial terjadinya malam Lailatul Qadar, yaitu pada setiap tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan.
Namun, karena malam Lailatul Qadar juga memungkinkan terjadi pada tanggal kapan saja selama Ramadan, maka doa tersebut juga dianjurkan untuk banyak dibaca sepanjang bulan puasa.
Menurut Prof. Dr. KH. A. Satori Ismail, MA, Ramadan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang meringankan beban orang lain maka Allah SWT mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.
Rasulullah SAW menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam di awal bulan Ramadhan untuk mengingatkan akan keutamaan bulan penuh berkah ini. Beliau bersabda:
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad).
Ramadan adalah bulan di mana setan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. Sehingga bulan Ramadhan bagi kita umat Islam adalah bulan yang sangat kondusif untuk beramal saleh, untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih baik.
Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran. Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.
Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah SWT. Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung. Allah SWT berfirman : “Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur [24]: 31).
Oleh karena itu, di bulan Ramadan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama manusia yang dizaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka.
Taubat dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfirah (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT. Allah SWT berfirman ,” Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” (QS. Hud : 52)
Orang yang puasa penuh sebulan Ramadan akan mendapat ampunan. Ini sesuai sabda Rasullalh SAW : “Barang siapa melakukan puasa Ramadhan semata-mata karena keimanan dan mencari ganjaran, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim).
Selain itu juga seperti disabdakan Rasulullah SAW pada malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadan atau salat malam atau yang biasa dikenal dengan salat tarawih. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘aliahi). Selanjutnya di antara jaminan ampunan pada bulan Ramadan adalah qiyam atau menghidupkan malam Ramadan dengan berbagai macam ibadah. Bulan Ramadhan adalah bulan di mana kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu sia-sia tanpa aktifitas yang berarti.
Di antara aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir, doa dan istighfar.
Karena doa orang-orang yang berpuasa sangat mustajab, manfaatkanlah yakni saat berbuka puasa, sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah SWT- turun ke langit dunia dan berkata: “Siapa yang bertaubat? Siapa yang meminta? Siapa yang memanggil, sampai waktu shubuh” (HR Muslim) dan memperbanyak istighfar pada waktu sahur. Allah SAW berfirman , “dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariat 18), pada hari Jum’at, yaitu disaat-saat terakhir pada sore hari Jum’at. Dan duduk untuk dzikir, do’a dan istighfaar di masjid, yaitu setelah menunaikan shalat Shubuh sampai terbit matahari.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Barangsiapa shalat fajar berjama’ah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir hingga terbit matahari, lalu salat dua rakaat, maka seakan akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna” (HR At-Tirmidzi)*
Penulis mantan pekerja bank BRI dan alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin
Assyakur angkatan 31/2023




