SATUMEDIA.ID – Khusyuk menurut para ulama adalah ketenangan hati dan jiwa saat melakukan salat. Artinya, hatinya tenang tanpa memikirkan sesuatu yang di luar dari pada salat. Lalu ketenangan hati tersebut, terpancar pada anggota badan, sehingga melahirkan sikap yang tenang pula.
Jika Anda berdoa tanpa memahami maknanya, perhatian Anda akan mudah teralihkan. Ini adalah salah satu alasan mengapa orang kehilangan fokus saat salat. Kebanyakan doa menggunakan bahasa arab yang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa trik agar salat bisa khusyuk antara lain selalu ingat akan kematian jadi timbul perasaan takut jika salat tidak khusyuk, tiap ingat duniawi langsung menarik nafas dalam-dalam demikian dilakukan berulang-ulang bila pikiran lari dari salat, bertaubat kepada Allah SWT dan datang salat lebih awal.
Selain itu merenungkan makna dan arti setiap bacaan yang dilantunkan dalam salat. Seperti, memahami makna takbiratul ihram, memahami makna doa iftitah, merenungi bacaan Al Fatihah, memahami makna doa rukuk dan lainnya. Dengan memahami dan mengerti syarat dan rukun shalat hendaknya dibarengi dengan khusyuk.
Lalu bagaimana bila salat kita tidak khusyuk. Menurut Buya Yahya, salat dengan pikiran yang kemana-mana tetap sah selama memenuhi rukun dan syarat sahnya salat.
“Salatnya sah. Cuma (salat) dia tidak khusyuk, dan khusyuk bukan menjadi syarat sahnya shalat “.
Mungkin ada di antara kita yang saat salat kerap tidak khusyuk. Pikiran melayang kemana-mana, bahkan sesuatu yang sebelum salat tidak terpikirkan, malah jadi bermunculan. Akibatnya, seseorang menjadi lupa berapa rakaat yang sudah dilakukan.
Allah SWT memuji hamba-Nya yang khusyuk dalam ibadah. Allah SWT berfirman,إِ”Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan serta berdoa kepada kami dengan penuh “raghbah”(harapan yang khusus) dan “rahbah”( takut yang khusus). Sedangkan mereka selalu khusyuk ( takut dan tenang)’ hanya kepada kami.” [QS. Al-Anbiya’ : 90].
Juga firman Allah SWT ”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” [QS. Al-Mu’minuun : 1-2].
Untuk meraih khusyuk dalam salat, meyakini bahwa kita sedang menghadap Allah SWT , Rabb yang telah menciptakan kita. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian berdiri untuk shalat, maka dia sedang berhadapan kepada Rabb-nya.” [HR. Bukhari dan Muslim ].
Inilah di antara keistimewaan shalat yang tidak kita jumpai di ibadah-ibadah lainnya.
Ketika kita menghadirkan hati kita bahwa kita sedang berdialog dengan Allah SWT ketika salat, hal itu akan berperan besar dalam mendatangkan kekhusyukan.
Sayangnya, masih ada di antara kita yang membaca surat Al-Fatihah, namun kurang memahami dan mengerti makna surat Al Fatihah sehingga kita membacanya hanya sekedar lewat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang hamba itu paling dekat dengan Rabb-nya ketika bersujud. “Posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (ketika sujud).” (HR. Muslim ).
Mengutip dari berbagai sumber , agar kita khusyuk dapat dilakukan dengan cara menyempurnakan wudhu sebelum mendirikan salat, selanjutnya shalat datang di awal waktu membuat hati merasa tenang saat mengerjakannya.
Sebaliknya bila mepet waktunya cenderung akan tergesa-gesa untuk mendirikan shalat tersebut karena terhimpit waktu yang mau habis, membuat pembatas atau sutrah agar tidak ada celah setan untuk menganggu.
Sesuai sabda Rasulullah SAW “ Jika salah seorang dari kalian mengerjakan sholat, maka shalatlah dengan menghadap ke sutrah (pembatas) dan mendekatlah kepadanya agar setan tidak bisa memutuskan shalatnya. (HR Abu Daud, Imam Ahmad, dan Imam Nasa’i), meninggalkan kesibukan dunia seperti berdagang, mengerjakan tugas, bermain gawai, menonton sinetron/drama, dan lain lainnya.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Di antara tanda kefaqihan (pahamnya) seseorang adalah menyelesaikan urusannya terlebih dahulu sebelum memulai shalat agar ketika menunaikan shalat hatinya dalam keadaan fokus (konsentrasi).”, mencari tempat yang nyaman dan terhindar dari gangguan, tidak menahan buang hajat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan akhbatson (kencing atau buang air besar) ” (HR Muslim) .
Setelah berusaha maksimal agar bisa salat dengan khusyuk, namun ternyata kita masih belum sepenuhnya bisa fokus, apa yang harus dilakukan? Kita tak perlu berkecil hati dan patah semangat. Sebab Khusyuk memang tidak bisa kita dapatkan secara instan.
Perlu latihan yang terus menerus, menyatukan hati dan pikiran. Sehingga nanti hadirnya hati dalam setiap gerakan shalat kita jadi kebiasaan.
Terakhir dengan melantunkan doa khusyuk tidak hanya membantu menghindari gangguan pikiran tetapi juga membantu memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT . Agar bisa khusyuk lafalkan doa ini sebelum shalat : Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wasyukrika wa khusni ibadatika. Allahummarzuqnath thumakninata wal khusyu’a allahumarzuqnal khusyu’afi shalatina. Artinya, “Ya Allah, berikanlan pertolongan kepada kami untuk bisa selalu ingat (zikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.
*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM




