Keutamaan Tafakur

Dede Supriatna mantan pegawai bank BRI dan alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023.(Dokumen pribadi)**

SATUMEDIA.ID – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memasukkan kata “Tafakur” dengan makna renungan, perenungan, perihal merenung, memikirkan, menimbang dengan sungguh-sungguh, dan pengheningan cipta.

Sejalan dengan sabda Rasulullah SAW “ Merenung (tafakur) sesaat , lebih baik daripada ibadah setahun “. Anjuran merenungkan sesuatu atau bertafakur ini amat sering kita jumpai dalam Al Quran. Bukan persolan yang aneh, bahwa untuk mencapai ilmu pengetahuan serta pengertian yang luas, haruslah melalui tafakur.

Bagi kalangan umum pun memang tidak asing lagi betapa pentingnya arti tafakur. Allah SWT berfirman : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka ( QS Ali Imran :191).

Ayat ini jelas menyuruh kita bertafakur atau merenung. Orang yang bertafakur amatlah dihargai oleh Allah SWT. Merenungkan kejadian-kejadian langit dan buni , hingga mereka menyadari kekuasaan Allah SWT.

Al-Ghazali dalam bukunya Percikan Ihya’Ulum Al-Dina menceritakan pada suatu peristiwa Rasulullah SAW melihat beberapa orang sedang bertafakur.”Mengapa kamu berdiam diri?” tanya beliau. “Kami sedang tafakur ,merenungkan ciptaan-ciptaan Tuhan”, sahut mereka.

Lalu Rasulullah SAW bersabda,”Baik renungkanlah apa yang telah diciptakan-NYA , tetapi jangan kamu pikirkan keadaan zat-NYA. Renungkanlah, nun di sana ,di maghrib, ada sebuah tempat yang dipenuhi cahaya ,luasnya sejauh perjalanan matahari empat puluh hari.Di tempat itu ada sejumlah mahluk Tuhan yang belum pernah berbuat durhaka kepada-NYA sekejap matapun.”

Kemudian mereka bertanya,”Rasulullah SAW tidakkah mereka tergoda oleh setan?”Beliau menjawab .”Bahkan mereka tidak tahu bahwa setan itu ada “,jawab Rasulullah SAW.

Keutamaan tafakur tak hanya terletak pada tingkat refleksi diri semata, melainkan juga pada pengenalan yang semakin mendalam terhadap Allah SWT. Orang yang secara rutin mengamalkan tafakur akan merasakan kebesaran kekuasaan Allah SWT dengan lebih.

Tafakur dapat menumbuhkan rasa takut terhadap azab yang diberikan Allah sehingga mempersiapkan diri dari perbuatan noda, dosa, dan segala macam maksiat. Tafakur merupakan amalan yang dapat dilakukan seorang muslim kapan saja.

Nabi Muhammad SAW juga berpesan agar umat Islam selalu merenungkan kekuasaan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW tentang tafakur dijelaskan dalam kitab Rahasia Sufi yang merupakan terjemahan dari kitab Siral-asrar Maa Yahtaj Ma’al Abror karangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang inti dari hadist tersebut berbunyi: “Tafakur sesaat itu lebih baik dari satu tahun ibadah, kemudian Beliau bersabda lagi tafakur sesaat itu lebih baik dari 70 tahun ibadah, dan

Beliau bersabda lagi Tafakur sesaat itu lebih baik dari seribu tahun ibadah”.Dari hadist itu dapat diuraikan tentang tingkatan tafakur antara lain barang siapa bertafakur tentang suatu masalah dalam hidupnya, dan menyelidiki sebabnya, dan ia akan mendapat setiap bagian dari hal itu (sesuatu yang ditafakurkan) hingga orang yang bertafakur tersebut dapat menyadari faedah yang sangat luas dari tafakurnya atas masalah yang ia hadapi.

Maka Inilah tafakur yang bernilai satu tahun ibadah. Juga barangsiapa yang bertafakur tentang ibadahnya dan ia berhasil mencapai sebabnya dan ia mengenal sebab itu maka tafaakurnya itu bernilai 70 tahun ibadah.

Maksudnya di sini ialah orang yang bertafakur tentang apa hakikat ia melakukan suatu ibadah, semisal seseorang yang memahami betul makna ia mengerjakan salat hingga ia mencapai titik khusuk yang sempurna bila sedang mengerjakan salat, dan keikhlasan yang tulus ketika bersedekah, dan bentuk ibadah yang lain.

Selanjutnya barang siapa yang bertafakur tentang mengenal Allah SWT, dan dengan kegigihan yang kuat untuk mengenal Tuhan penciptanya hingga ia berhasil menjadi hamba-Nya yang begitu dekat kepada Allah SWT, maka tafakur yang ia lakukan bernilai 1000 tahun .

Begitulah dahsyatnya keutamaan dan nilai tafakur bagi kehidupan kita di dunia ini, untuk apa Allah SWT menciptakan kita sebagai manusia yakni makhluknya yang paling sempurna yakni memiliki akal fikiran. “Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”Seperti yang terdapat dalam surat Az-Zumar ayat 42.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Allah SWT, yang telah menganugerahi umat manusia akal pikiran yang sempurna hendaklah ia menggunakan akal pikiran tersebut untuk mentadaburi segala kejadian yang terjadi di alam semesta ini, dengan demikian mudah-mudahan umat manusia diharapkan dapat memahami betapa besar rahmat dan kasih sayang Allah SWT, kepada makhluk-Nya.

*Penulis Dede Supriatna Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan
Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM

 

Pos terkait