Resensi Buku Sirah Nabi

Buku Sesungguhnya sirah atau sejarah Nabi Muhammad SAW merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan dan sasaran paling mulia, paling utama dan paling baik. Dengan mengetahuinya, seorang muslim bisa mengetahui agama dan nabinya.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Membaca dan mempelajari buku Sirah Nabi – ringkasan buku sejarah Nabi Muhammad SAW yang fenomenal, Al-Rahiq Al-Makhtum karangan Syaih Shafiyyurahnan Al-Mubarakfuri- penulis terbaik sirah Nabi versi Rabithah Al-Islami yang diterbitkan oleh Pelangi Mizan edisi ketiga tahun 2016.

Sesungguhnya sirah atau sejarah Nabi Muhammad SAW merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan dan sasaran paling mulia, paling utama dan paling baik. Dengan mengetahuinya, seorang muslim bisa mengetahui agama dan nabinya.

Buku sirah Nabi ini berisi 369 halaman dan dulu penulis mendapatkan buku ini pada momen bursa buku murah. Mengapa buku yang sudah berusia delapan tahun ini menarik untuk Anda miliki karena buku ini mengupas asal-usul , pertumbuhan dan keadaan Muhammad sebelum kenabian, Nabi Muhammad SAW sebelum diutus menjadi Rasul, propaganda kaum Quraish pada musim haji, masuk Islamnya Hamzah ibn Abdul Muthalib.

Selanjutnya, negosiasi dan perundingan, tahun dukacita, pernikahan Rasulullah SAW dengan Sudah RA dan Aisyah RA, menyebarkan Islam ke segenap kabilah dan individu, musyawarah quraish di Dar al -nadwah dan konspirasi membunuh Rasulullah SAW, disyariatkannya perang ,beberapa peristiwa dan peperangan pasca perang uhud. Umrah hudaibiyah, perjanjian damai (hudaibiyah), korespondensi kepada para penguasa, penaklukan terbesar: penaklukan kota Makkah, perang Hunain, para delegasi-juru dakwah-dan pekerja, kembali ke haribaan Allah SWT, rumah tangga Nabi Muhammad SAW, dan sifat dan akhlak Rasulullah SAW.

Khusus bab terakhir yakni sifat dan akhlak Rasulullah SAW , dalam buku ini tergambar Rasulullah SAW adalah sosok dengan wajah yang senantiasa cerah berseri dan kelembutan sikap. Beliau bukanlah orang yang berperangai kasar dan berwatak keras,tidak pernah membuat kericuhan atau kerusuhan di pasar.

Beliau murah senyum ,tidak mudah marah dan cepat kembali tenang. Jika dihadapkan pada dua pilihan, Rasulullah SAW selalu memilih perkara yang paling mudah, selama itu tidak mendatangkan dosa. Jika suatu perkara menimbulkan dosa ,beliau adalah orang yang paling menjauhinya.Beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi dan selalu marah karena Allah SWT. Jika larangan-larangan Allah SWT dilanggar.

Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling dermawan, mulia, pemberani, perkasa, sangat sabar menghadapi penderitaan, paling berwibawa dan pemalu. Jika membenci sesuatu ,kebenciannya itu bisa dikenali dari wajahnya.

Beliau tidak pernah memandang seseorang dalam waktu yang lama dan tidak pernah menghadapi seseorang dengan sesuatu keburukan yang dibencinya. Beliau manusia yang paling adil, pemaaf,sangat teguh menjaga amanah dan paling jelas logat bicaranya.

Rasulullah SAW bahkan dijuluki sebagi Al -Amin (terpercaya) sejak sebelum masa kenabian. Beliau adalah orang yang paling rendah hati dan jauh dari sifat sombong. Beliau juga manusia yang paling baik dalam menepati janji ,menyambung tali kekerabatan, serta penuh belas kasih dan sayang.

Beliau menjadi sosok orang dengan pergaulan dan etika terbaik,berperangai menyenangkan , jauh dari sikap keji, tidak pernah berkata kotor dan tidak pernah mengutuk.

Rasulullah SAW senantiasa menghadiri proses penguburan jenazah,bergaul dengan kaum fakir miskin,memenuhi ajakan hamba sahaya,tidak pernah merasa lebih tinggi dari mereka dalam hal makanan dan pakaian. Beliau mau melayani orang yang melayani beliau, tidak pernah mencaci pembantu dan bahkan tidak pernah sekalipun mengucaokan .” Huh”.

Di buku ini juga secara lugas terungkap bagaimana karakteristik kepemimpinan Nabi Muhammad SAW adalah mengacu pada sifat istimewa yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Mulai dari sifat kepemimpinan Rasullah SAW yaitu Shiddiq’. Dalam Al Quran kata yang terkait dengan sifat ini, yaitu : shaadiqal-wa’di yang artinya  benar janjinya juga sesuai sabda Rasullah SAW ا“Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah.” (HR. Muslim)

Sifat Rasullah lainnya Amanah . Sifat Nabi Muhammad SAW dengan karakter amanah, atau dipercaya (Al-Amin) dicatat dalam berbagai kitab-kitab Hadis. Dalam berbagai catatan sirah, hari terakhir, ketika Nabi SAW hendak hijrah ke Madinah. Nabi SAW gunakan untuk mengembalikan semua barang-barang orang Quraish, yang tentu saja tidak beriman, yang mereka titipkan kepada Nabi SAW. Sifat Rasullah SAW lainnnya adalah Fathonah.

Salah satu sifat wajib bagi Nabi dan Rasul adalah Fathonah yang artinya cerdas. Sifat fathonah ini wajib dimiliki Nabi dan Rasul karena mereka harus mampu memberikan argumen, pendapat serta komunikasi yang baik dalam berdakwah untuk mengajak umatnya ke jalan yang benar.

Tidak hanya itu, Rasul merupakan manusia pilihan yang mempunyai kecerdasan tinggi. Fathonah artinya cerdas tersebut dibutuhkan untuk menjalankan tugas dari Allah SWT. Beliau menyampaikan ribuan ayat Al Quran, menjelaskan dalam puluhan ribu hadist, menjelaskan firman–firman Allah, dan dituntut mempunyai kemampuan berdebat dengan orang kafir dengan cara sebaik mungkin.

Oleh sebab itu, wajar jika Rasulullah juga mempunyai banyak peran semasa hidupnya. Beliau berperan sebagai tokoh Islam, pemimpin, pebisnis, panglima perang hingga politisi. Sebagai utusan Allah SWT, para Rasul mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran pada masing–masing umat.

Semoga resensi buku Sirah Nabi ini melengkapi pengetahuan Anda saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.

 

Pos terkait