Di Usia Senja Tetap Berkarya dan Beramal

Dede Supriatna.(Dokumen pribadi)**

SATUMEDIA.ID – Usia senja atau lansia adalah periode dimana manusia mencapai kemasakan dalam ukuran dan pencapaian, tetapi secara bersamaan juga mengalami penurunan berkaitan dengan fungsi fisik dan perubahan psikis yang seringkali mempengaruhi kualitas hidup seorang lansia.

Seperti diketahui batasan usia lansia adalah 60 tahun seperti diatur diatur dalam UU No 13 -1998 . Banyak pilihan yang dilakukan orang saat masa pensiun datang atau saat memasuki usia senja atau lansia, banyak orang lebih memilih menikmati masa-masa pensiunnya begitu saja tanpa aktivitas produktif.

Biasanya, mereka hanya ingin menikmati hidup di usia senjanya tanpa beban dan pikiran untuk mencari penghasilan. Mungkin karena dana pensiun yang mereka miliki memang sudah mencukupi kebutuhan hidupnya. Ada juga yang hanya menggantungkan kehidupan masa pensiunnya kepada anak-anak mereka.

Namun, tak sedikit juga yang memilih tetap produktif di masa-masa pensiunnya agar dapur bisa tetap dapur ngebul. Ada pilihan lain lebih mendekatkan diri beribadah dengan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan malah ada yang jadi pengurus DKM masjid.

Setiap manusia akan mengalami pertumbuhan fisik atau perkembangan jasmaniah. Dalam pertumbuhan tersebut, terdapat tahapan-tahapan perkembangan dengan melalui fase yang panjang dari masa bayi hingga berakhir dengan mati. Fase-fase itu adalah fase bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan fase usia tua.

Semua fase ini pasti akan dilalui oleh semua manusia, kecuali orang-orang yang Allâh SWT takdirkan ajal mereka datang terlebih dahulu, sebelum mereka melewati semua tahapan di atas. Semua fase akan juga dialami oleh setiap orang tanpa mampu menunda, menolak atau melawannya. Demikian ini sudah menjadi salah satu sunnatullah. Tidak ada seseorang yang akan terus dalam satu fase secara terus-menerus.

Allâh SWT berfirman: Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup) sampai tua. Di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya) (Al-Mukmin : 67).

Marhalah syaikhûhah (masa tua) merupakan fase terakhir yang akan dihadapi dan dialami manusia. Fase ini telah disinggung dalam Al-Qur`ân pada Surat Al-Mukmin : 67 yang telah dikemukakan sebelumnya: “kemudian (dibiarkan kamu hidup) sampai tua”. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, bahwa sesungguhnya Rasûlullâh SAW bersabda: “Usia umatku (umat Islam) antara 60 hingga 70 tahun. Dan sedikit dari mereka yang melewatinya”. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah).

Saat fase ini mulai datang, kekuataan fisik sedikit demi sedikit menyusut, ketajaman mata mulai berkurang sehingga dibutuhkan alat bantu untuk melihat, daya ingat menurun dan kulit mengendur serta guratan-guratan tanda penuaan pun muncul. Rambut-rambut putih sedikit demi sedikit menghiasai kepalanya. Penyakit-penyakit degeneratif pun banyak muncul pada fase ini.

Allâh berfirman: “Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkannya?” (Yasin : 68)

Pada saat pensiun, bukan berarti Anda harus berhenti total dalam beraktivitas; bukan berarti pula harus menggantungkan hidup kepada anak-anak. Masa pensiun adalah masa mengurangi aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari dan hanya sedikit mengurangi kadar kesibukan yang biasa dilakukan sebelumnya.

Apalagi di saat usia beranjak tua, biaya kesehatan biasanya akan meningkat pesat. Biaya untuk hobi dan hiburan juga meningkat, seiring makin banyaknya waktu luang yang Anda miliki.Tentu saja akan butuh dana yang mencukupi bukan?

Usia senja bukanlah halangan bagi seseorang untuk dapat terus menghasilkan karya yang bermanfaat dalam hidupnya. Meskipun secara status sudah pensiun, namun dalam berkarya tidak ada kata pensiun.

Anggapan tersebut sangatlah benar, usia senja merupakan usia di mana kecerdasan pola pikir seorang manusia semakin berkembang dan bertambah matang. Karena semakin senja usia seseorang, semakin bertambah banyak pula pengalaman yang ia dapatkan selama hidupnya.

Hal ini merupakan poin lebih yang Anda miliki ketika menginjak masa pensiun. Berpikir secara cerdas, tenang, dan berhati-hati dalam bertindak adalah modal utama Anda dalam berkarya dan menghasilkan peluang usaha yang baru di masa pensiun. Memulai usaha di usia senja memiliki berbagai keuntungan yang tidak dimiliki oleh mereka yang memulai usaha di usia muda belia. Pengalaman merupakan anugerah unik yang hanya dimiliki oleh orang yang bersangkutan saja.

Puluhan tahun berkecimpung dalam suatu industri, instansi atau BUMN tentunya membuat Anda mengenal betul bidang yang ditekuni tersebut. Jadi, mengapa tidak menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang tinggi berdasarkan pengalaman Anda tersebut?

Misalnya, jika selama ini Anda bekerja di percetakan, mengapa tidak mencoba juga terjun ke bidang yang sama atau sejenis pada saat memasuki masa pensiun?

Anda bisa saja menerbitkan buku atau majalah (dalam bentuk cetak ataupun elektronik), buat blog dimedsos atau mengirim artikel atau tulisan di media online atau jika Anda selama ini bekerja di bidang wiraswasta , mengapa tidak mencoba juga untuk meneruskan prestasi di dunia yang sama? Begitu pun dengan bidang-bidang pekerjaan lainnya.

Usia senja adalah sebuah keniscayaan, walaupun tidak semua insan yang lahir ke dunia ini sampai pada masa tua, kecuali manusia yang sudah dikehendaki oleh Allah SWT untuk berusia panjang.  Usia panjang adalah sebuah keberkahan yang harus diupayakan dengan menambah amal kebaikan di dunia untuk menjadi bekal di kehidupan akhirat kelak, untuk menjadi manusia yang memiliki kualitas hidup yang baik.

Kualitas hidup seorang manusia bukanlah sesuatu yang didapatkan tanpa usaha, melainkan butuh perjuangan dan proses yang panjang untuk menggapainya, sepanjang usia manusia tersebut. Kualitas hidup seorang muslim tidaklah hanya sekedar dalam ukuran pencapaian materi, prestasi karir, jabatan, pendidikan yang tinggi serta memiliki anak-anak yang tumbuh mapan secara ekonomi.

Ukuran kualitas hidup seorang muslim adalah  seseorang yang berproses untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, matang, dan mandiri yang terimplikasi dalam fisik dan psikologi yang sehat dan kuat, lahir dan batin, memiliki akidahnya yang lurus, serta kualitas ibadah yang baik, akan menjadikan seseorang matang secara spiritual.

Kematangan spiritual itu akan menjadikan seorang lansia memiliki konsep diri yang positif dan hal tersebut akan mempermudah untuk menjalani masa tua. Kematangan spritual akan menjadi tameng yang akan membentenginya dari perbuatan sia-sia yang dapat mengurangi keberkahan usia.

Rasûlullâh SAW bersabda : “Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan amalannya baik”. (HR. At-Tirmidzi) Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan orang yang berusia panjang, bila disertai dengan amalan yang baik, yaitu amalan yang memenuhi syarat dan rukun yang dikerjakan sesuai petunjuk Rasul SAW dengan keimanan dan berharap pahala dari Allâh SWT.

Orang yang berumur panjang, bahkan memperoleh usia di atas rata-rata, hakekatnya ia sedang mendapatkan kesempatan berharga dan peluang emas untuk terus berbuat baik bagi dirinya dan menghambakan diri kepada Alllah SWT. Ia membekali diri dengan berbagai amal shaleh yang mendekatkan dirinya kepada Allâh SWT.

Oleh sebab itu, karakter seorang mukmin adalah bertambahnya amalan kebaikannya seiring dengan pertambahan usia dan waktunya di muka bumi ini. Sebab ia yakin, bahwa kematian bila datang kepadanya akan menghentikan kesempatannya untuk beramal shaleh.

Rasûlullâh SAW bersabda: “Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian. Dan jangan pula berdoa agar segera mendapat kematian sebelum kematian itu datang kepadanya. Sesungguhnya bila ia mati, maka terputuslah amalannya dan bahwa tidaklah usia seorang mukmin itu bertambah pada dirinya kecuali akan menambah kebaikan”. (HR. Muslim).

Sudah sepatutnya siapa saja yang telah memasuki usia senja , hendaknya lebih besar komitmennya dengan ajaran-ajaran agama, walaupun komitmen dengan ajaran agama menjadi tuntutan atas setiap orang pada semua fase kehidupannya, namun pada fase ini telah terbentuk pada diri seseorang kemampuan yang besar untuk beribadah bekal ke akhirat.

*Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan
lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM

Pos terkait