Lahan ‘Sengketa’ Pacuan Kuda Lembang, dari Rencana Pembangunan Stadion hingga Rumah Sakit

Di lokasi lahan pacuan, terpasang dua plang yang mengklaim sebagai pemilik lahan, yakni dari Pemkab Bandung Barat dan ahli waris Oerki. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Lahan pacuan kuda Cikidang, di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) informasinya bakal dijadikan rumah sakit.

Sebagaimana diketahui, lahan seluas 88.730 meter persegi masih bersengketa antara Pemkab Bandung Barat dengan ahli waris Oerki

Bahkan, saat ini di lokasi lahan pacuan, terpasang dua plang yang mengklaim sebagai pemilik lahan, yakni dari Pemkab Bandung Barat dan ahli waris Oerki.

Tak hanya itu, di areal lahan tersebut selain ada arena pacuan kuda terdapat pula kantor Desa Kayuambon, hotel, rumah makan, asrama siswa dan tempat usaha.

Sementara itu, kisruh lahan pacuan kuda memasuki babak baru. Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung melalukan pemeriksaan terhadap puluhan warga yang menempati lahan Pacuan Kuda Cikidang.

Pemeriksaan dilaksanakan selama dua hari untuk mengumpulkan data atau keterangan terkait dugaan penguasaan ilegal atas lahan milik Pemkab Bandung Barat itu.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 10 orang telah dimintai keterangan pada Kamis (7/8/2025), sisanya ada kurang lebih 10 orang lainnya diperiksa pada Jumat, (8/8/2025).

Pemeriksaan bertempat di Kantor Kecamatan Lembang untuk memudahkan kehadiran pihak-pihak yang dipanggil. Namun hingga pemeriksaan berakhir, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejari Kabupaten Bandung.

Salah seorang yang turut diperiksa adalah pengurus Pordasi Bandung Barat Atik Sukanda. Ia mengungkapkan, pihaknya menempati lahan tersebut berdasarkan surat dari Bupati Bandung Barat Aa Umbara tahun 2019 untuk keperluan operasional organisasi berkuda.

“Intinya kami mungkin diminta pindah. Sekalipun terpaksa, kami minta disediakan tempat relokasi yang layak untuk kandang dan aktivitas kami,” ujar Atik.

Ia juga menyebutkan, bahwa diatas lahan itu telah berdiri sekitar 40 bangunan di sisi Jalan Kayuambon serta belasan penggarap kebun yang menempati lahan pacuan yang statusnya menyewa secara tidak jelas kepada siapa.

Stadion Pacuan Kuda

Berdasarkan catatan Satumedia, Pemkab Bandung Barat pernah berencana akan membangun Stadion Pacuan Kuda pada tahun 2016, ketika masa pemerintahan Bupati Bandung Barat Abubakar.

Total anggaran yang dibutuhkan ialah sekitar Rp 19 miliar. Pembangunan untuk tribun memakan biaya yang paling besar, yakni sekitar Rp 8 miliar. Sementara sisanya untuk membangun fasilitas penunjang lainnya, termasuk istal, restoran, maupun tempat penjualan cinderamata.

Dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik KBB, lelang pembangunan Stadion Lapangan Pacuan Kuda dimenangkan oleh Arumbinang. Namun proyek prestisius tersebut tidak jelas kelanjutannya.

Ketika itu, alasan Pemkab Bandung Barat membangun Stadion Lapangan Pacuan Kuda untuk meningkatkan sarana prasarana olahraga yang ada di Bandung Barat. Apalagi, KBB merupakan daerah yang potensial untuk pembinaan atlet berkuda.*

 

Pos terkait