DPRD KBB Pelajari Inovasi Pengelolaan Sampah dan Eco-Enzyme

DPRD KBB melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Bali. Kunjungan ini bertujuan menggali berbagai inovasi pengelolaan sampah dan upaya pemulihan lingkungan yang telah berhasil diterapkan di daerah tersebut. (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Dedi bersama jajaran Komisi III melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Bali. Kunjungan ini bertujuan menggali berbagai inovasi pengelolaan sampah dan upaya pemulihan lingkungan yang telah berhasil diterapkan di daerah tersebut.

Fokus utama kunjungan difokuskan pada dua program unggulan, yakni Gerakan Eco-Enzyme untuk pemulihan danau dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber melalui konsep “Teba Modern”.

Salah satu destinasi penting yang dikunjungi adalah Desa Panglipuran, desa adat yang diakui UNESCO sebagai salah satu desa terbersih ketiga di dunia. Di sana, rombongan mempelajari langsung praktik Teba Modern, sistem pengelolaan sampah organik yang dilakukan secara mandiri di setiap rumah tangga dan instansi pemerintahan.

Menurut Asep Dedi, yang akrab disapa Kang Asded, sistem Teba Modern mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab lingkungan.

“Setiap rumah dan kantor di Bangli memiliki Teba Modern. Sampah organik dikomposkan selama minimal satu tahun dan hasilnya dimanfaatkan untuk penghijauan. Selain itu, sistem ini juga menerapkan pemilahan ketat dan terintegrasi dengan Bank Sampah, sehingga mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA,” jelas politisi PKB tersebut.

Selain itu, rombongan juga meninjau Danau Batur untuk melihat secara langsung implementasi Gerakan Gertak Eco-Enzyme Bangli Bisa.
Kang Asep menjelaskan, eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah dapur organik yang berfungsi memperbaiki kualitas air dan lingkungan.

“Gerakan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dari ASN hingga komunitas lokal. Mereka bersama-sama memproduksi dan menuangkan eco-enzyme ke Danau Batur. Selain membersihkan danau, gerakan ini juga menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan warga,” ujarnya.

Terinspirasi dari kesuksesan Bangli, DPRD KBB berkomitmen untuk mendorong penerapan model serupa di wilayahnya, khususnya dalam penanganan pencemaran di Sungai Citarum dan Waduk Saguling.

“Konsep eco-enzyme sangat potensial untuk rehabilitasi air, sementara Teba Modern bisa diterapkan di perkantoran pemerintah maupun sekolah,” tutur Kang Asded.

Ia menambahkan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis, seperti penerbitan Peraturan Bupati tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, pembangunan fasilitas Teba Modern di lingkungan OPD, serta pelatihan massal pembuatan eco-enzyme bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Bank Sampah juga akan diperkuat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

“Kunjungan ini bukan sekadar studi banding, tetapi menjadi pijakan awal transformasi pengelolaan lingkungan di Bandung Barat. Kita ingin membawa semangat dan kearifan lokal Bali untuk mewujudkan Bandung Barat yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya.*

Pos terkait