SATUMEDIA.ID – Jalan Baruajak di Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang selama ini dikeluhkan warga akibat kerusakan parah, kini kembali mulus setelah proses perbaikan tuntas pada awal Januari 2026.
Perbaikan dilakukan secara bertahap melalui kombinasi pengaspalan dan rabat beton. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengalokasikan APBD untuk pengaspalan hotmix, sementara pembangunan rabat beton didukung Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 150 juta.
Kepala Desa Lembang, Dikdik Sadikin, mengatakan Jalan Baruajak sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak, bahkan sebagian ruas terakhir kali diaspal lebih dari tiga dekade lalu.
“Kerusakannya sudah lama dan semakin parah. Ada ruas yang terakhir diaspal tahun 1992, dan ada juga yang diperbaiki saat kunjungan Wakil Presiden Boediono, tetapi kini sudah rusak kembali,” kata Dikdik, Jumat (8/1/2026).
Ia menjelaskan, tahap pertama perbaikan dilakukan dengan pengaspalan hotmix sepanjang sekitar 250 meter pada akhir November hingga awal Desember 2025. Pekerjaan tersebut dibiayai APBD KBB setelah aspirasi warga disampaikan kepada Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys.
“Ruas ini dari mulai depan Grand Hotel hingga depan Lapang Bentang. Sekitar akhir November 2025 dihotmix menggunakan APBD KBB. Sebelumnya kami sampaikan aspirasi perbaikan jalan ini ke Pak Pither, Alhamdulillah mendapat respon positif,” sebutnya.
Tahap berikutnya dilakukan melalui pembangunan rabat beton sepanjang 113 meter dengan lebar 4,5 meter dan ketebalan sekitar 20 sentimeter. Pengerjaan dilakukan pada 6–7 Januari 2026 setelah proses persiapan teknis dan perataan permukaan jalan.
Menurut Dikdik, Jalan Baruajak memiliki peran strategis sebagai jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Lembang, Gudangkahuripan, dan Wangunsari, sekaligus menjadi akses langsung menuju Kota Bandung.
“Meski sebagian ruasnya dikenal sebagai jalur menuju kawasan wisata, perbaikan ini utamanya sangat membantu aktivitas harian warga, termasuk sebagai jalur alternatif saat kemacetan akhir pekan,” ujarnya.
Untuk menjaga mutu konstruksi, jalan dengan rabat beton akan ditutup sementara hingga 7 Februari 2026. Penutupan dilakukan agar struktur beton benar-benar kuat sebelum dilalui kendaraan.
Adapun peresmian Jalan Baruajak dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/1/2026), setelah sebelumnya sempat direncanakan sehari lebih awal.
Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys
menyebut bahwa sepanjang tahun 2025, Komisi III telah mengawasi pembangunan infrastruktur pendukung objek wisata di Lembang.
Menurut Pither, peningkatan kualitas infrastruktur jalan akan mempermudah akses menuju destinasi wisata, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Ke depan, kami juga telah menganggarkan pembangunan saluran air serta pelebaran jalan di kawasan Lembang untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan,” ujar politisi Partai Demokrat ini.*





