Infrastruktur Jalan KBB Diperkuat, Anggaran 2026 Tembus Rp102 Miliar

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB mengalokasikan dana sebesar Rp102 miliar guna memperbaiki puluhan ruas jalan di berbagai wilayah.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur jalan pada 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB mengalokasikan dana sebesar Rp102 miliar guna memperbaiki puluhan ruas jalan di berbagai wilayah.

Anggaran tersebut naik tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya Rp60 miliar. Kenaikan ini membuat target perbaikan jalan melonjak menjadi 49 kilometer lebih, atau naik dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya mencapai 22 kilometer.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUTR KBB, Aan Sopian, menyampaikan bahwa mayoritas perbaikan jalan akan dilakukan melalui mekanisme e-katalog.

“Total panjang jalan yang akan ditangani mencapai 42 kilometer melalui e-katalog dan sekitar 7,2 kilometer melalui penunjukan langsung,” ujar Aan, Rabu (28/1/2026).

Menurut dia, seluruh anggaran perbaikan jalan pada 2025 dan 2026 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB. Hal ini berbeda dengan periode sebelumnya yang masih mendapat dukungan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

“Pada 2024 kami mendapat DAK sekitar Rp60 miliar, sementara pada 2023 sekitar Rp28 miliar. Tahun ini dan tahun lalu murni dari APBD,” katanya.

Sejumlah ruas jalan ditargetkan selesai secara menyeluruh pada 2026, salah satunya ruas Gununghalu–Datarpuspa sepanjang 1,4 kilometer. Metode perbaikan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Ada yang menggunakan konstruksi beton (rigid), ada juga hotmix. Penentuannya melihat kondisi daerah masing-masing,” kata Aan.

Pekerjaan perbaikan jalan akan tersebar di wilayah utara, tengah, dan selatan Bandung Barat. Untuk penunjukan langsung, pekerjaan mencakup puluhan ruas jalan dengan nilai proyek di bawah Rp400 juta per ruas.

Aan menargetkan sebagian pekerjaan sudah dapat dimulai sebelum Lebaran. Ia berharap hingga 50 persen pekerjaan dapat diselesaikan pada tahap awal tersebut.

Sementara itu, proyek yang melalui e-katalog dijadwalkan mulai dikerjakan satu hingga dua minggu setelah Lebaran, seiring dengan selesainya pembatasan aktivitas alat berat pada masa hari raya.

“Saat ini masih proses penandatanganan DPA dan ditargetkan rampung awal Februari,” ujarnya.

Selain APBD KBB, terdapat pula tiga paket pekerjaan jalan yang dibiayai melalui bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya ruas Jalan Kebon Kelapa dan Jalan Haji Gofur.

Berdasarkan data terakhir Dinas PUTR, kondisi jalan mantap di Kabupaten Bandung Barat baru mencapai sekitar 70 persen. Untuk mengejar kondisi ideal, dibutuhkan anggaran jauh lebih besar.

“Pagu idealnya sekitar Rp300 miliar per tahun selama lima tahun ke depan, atau total sekitar Rp1,6 triliun. Anggaran yang tersedia saat ini masih sekitar sepertiganya,” kata Aan.

Ia berharap peningkatan anggaran secara bertahap dapat mempercepat perbaikan jalan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bandung Barat.

“Harapannya, dengan kondisi jalan yang baik bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.*

 

 

 

Pos terkait