SATUMEDIA.ID – Antrean panjang truk pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), viral di media sosial setelah video kondisi tersebut beredar luas di berbagai grup WhatsApp.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat deretan truk mengular menunggu giliran membuang sampah. Sejumlah sopir mengeluhkan lamanya waktu tunggu yang dinilai menghambat aktivitas pengangkutan sampah dari wilayah Bandung Raya.
Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Imam Fauzi, menjelaskan antrean terjadi akibat adanya perbaikan timbangan truk di area TPA Sarimukti.
“Karena ada perbaikan timbangan, kendaraan yang masuk tidak bisa langsung keluar melalui jalur normal. Akibatnya terjadi penumpukan antrean,” kata Imam saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).
Meski sempat terjadi kepadatan, ia memastikan kondisi operasional di TPA Sarimukti kini mulai kembali normal. Pengaturan lalu lintas truk, kata dia, berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Imam juga menegaskan bahwa zona pembuangan sampah khusus untuk Kabupaten Bandung Barat masih aman dan dapat menampung kiriman sampah.
Di tengah persoalan tersebut, DLH KBB mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya guna mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA. Optimalisasi 16 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R di wilayah KBB juga terus dilakukan sebagai langkah jangka panjang.
Selain persoalan antrean, DLH KBB menghadapi tantangan lain berupa keterbatasan armada. Dari total 40 unit truk pengangkut sampah, hampir 50 persen di antaranya dinilai sudah tidak layak operasi.
“Kami tetap memaksimalkan armada yang ada sambil mengusulkan peremajaan,” ujar Imam.
Menurut dia, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.*





