SATUMEDIA.ID – Mediasi ketiga antara konsumen Perumahan Emeralda Resort Padalarang dengan pengembang PT Siliwangi Anantha Bumi (SAB) kembali berakhir tanpa titik terang. Pertemuan yang difasilitasi DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) gagal menghadirkan Founder dan CEO PT SAB, Yana Priatna, yang selama ini dinanti para konsumen di ruang audiensi DPRD KBB, Senin (11/5/2026).
Puluhan konsumen yang datang mengaku kecewa karena Yana kembali absen dalam forum mediasi. Mereka berharap bisa mendapat penjelasan langsung terkait nasib pembangunan rumah yang hingga kini tak kunjung jelas.
Mediasi dipimpin Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys bersama Ketua Komisi IV DPRD KBB Hj. Nur Djulaeha. Dalam kesempatan itu, pihak pengembang hanya mengirimkan surat melalui kuasa hukumnya, Indra.
Nur Djulaeha mengatakan, DPRD sejatinya telah memberikan ruang mediasi dan mengundang langsung Yana Priatna untuk hadir. Namun, hingga mediasi ketiga digelar, yang bersangkutan tetap tidak datang.
“Kami kecewa karena saudara Yana kembali tidak hadir. Padahal konsumen berharap ada penjelasan langsung. Kami hanya menerima surat yang berisi alasan ketidakhadiran beliau,” kata Nur Djulaeha usai mediasi.
Menurut dia, DPRD hanya memiliki kewenangan memfasilitasi dan memediasi, bukan melakukan pemanggilan paksa. Karena itu, langkah hukum selanjutnya dikembalikan kepada para konsumen.
“Kami hanya memfasilitasi mediasi. Kalau nanti akan dibawa ke ranah pidana atau perdata, itu hak konsumen. Tetapi kami tetap akan memantau kasus ini,” ujarnya.
Nur Djulaeha menyebut, dari hasil perjalanan kasus Emeralda Resort, pihaknya melihat adanya indikasi persoalan serius. Nilai kerugian konsumen bahkan disebut mencapai sekitar Rp97 miliar dengan jumlah korban mencapai 102 konsumen.
“Ketidakhadiran ini menunjukkan tidak adanya itikad baik. Tapi kami masih memberi ruang untuk mediasi lanjutan,” katanya.
DPRD KBB pun berencana kembali mengundang Yana Priatna secara khusus pada pekan depan untuk memberikan klarifikasi langsung.
“Kami akan mengundang kembali saudara Yana Priatna. Ini sekaligus merespons surat beliau yang menyebut alasan ketidakhadiran karena mempertimbangkan jaminan keselamatan,” ujar Nur Djulaeha.
Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Komisi IV DPRD KBB tertanggal 8 Mei 2026, pihak PT SAB menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terkait polemik pembangunan Emeralda Resort. Mereka mengaku siap bertanggung jawab atas berbagai keluhan konsumen.
Namun, PT SAB menyatakan direktur perusahaan belum dapat hadir dalam mediasi karena tengah fokus mencari solusi atas pengaduan para konsumen, sekaligus mempertimbangkan faktor keselamatan.
Selain itu, perusahaan meminta waktu sedikitnya lima bulan kerja untuk menyelesaikan kewajiban kepada konsumen. Setelah ada realisasi pembangunan, pihak pengembang berjanji akan memanggil konsumen untuk audiensi lanjutan, baik secara langsung maupun kembali difasilitasi DPRD KBB.
Dalam surat tersebut, PT SAB juga meminta agenda mediasi dijadwalkan ulang agar perusahaan dapat lebih fokus mengejar penyelesaian keterlambatan pembangunan Perumahan Emeralda Resort.*





