SATUMEDIA.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak akan mentoleransi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengabaikan standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG yang tidak memenuhi ketentuan akan dibina, tetapi dapat ditutup apabila tetap gagal melakukan perbaikan.
Sudaryono mengatakan Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, setiap SPPG wajib memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kualitas demi menjaga kesehatan penerima manfaat sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga,” kata Sudaryono dikutip dari siaran pers BGN, Senin (27/7/2026).
Menurut Sudaryono, BGN akan mengedepankan pembinaan terhadap SPPG yang masih memiliki kekurangan. Namun, langkah tegas tetap akan diambil terhadap pengelola maupun petugas yang tidak disiplin menjalankan standar operasional.
“Kalau SPPG-nya bandel, petugasnya tidak disiplin, ya kita harus berani menghentikan. Yang berkinerja baik kita beri penghargaan, sedangkan yang melanggar harus mendapat sanksi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sidak dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan agar BGN memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan Program MBG di lapangan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memberikan motivasi kepada pengelola SPPG yang telah menjalankan operasional sesuai petunjuk teknis.
Dalam kunjungan itu, Sudaryono meninjau SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5. Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar SPPG telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan.
Meski demikian, ia menilai masih ada tantangan yang harus dihadapi, yakni menjaga variasi menu agar makanan yang disajikan tetap menarik bagi para penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
Selain itu, Sudaryono mengajak masyarakat dan media berperan aktif mengawasi pelaksanaan Program MBG. Menurut dia, masukan dari publik menjadi bagian penting untuk memastikan layanan terus membaik dan seluruh SPPG menjalankan tugasnya sesuai standar yang telah ditetapkan.*





