SATUMEDIA.ID – Pemandangan tak biasa terlihat di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (20/8/2026). Sebagai bentuk rasa syukur, ratusan warga dari 11 RT di RW 6 dan RW 7 kemudian menggelar botram di atas jalan yang baru selesai dibeton.
Tikar dibentangkan, makanan disajikan, dan warga duduk berbaur menikmati hidangan di atas ruas jalan yang baru selesai dibeton.
Bagi warga, kegiatan tersebut bukan sekadar makan bersama. Botram menjadi ungkapan syukur setelah jalan kabupaten yang selama belasan tahun rusak akhirnya mendapat perbaikan.
Jalan tersebut menghubungkan Desa Cikidang dengan Wangunharja, Cikole, hingga Langensari. Selama lebih dari 12 tahun, warga harus melewati jalan berlubang dan rusak untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil pertanian.
Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys mengatakan, perbaikan ruas jalan itu merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang selama ini menginginkan akses utama mereka segera diperbaiki.
“Saya berusaha mengawal aspirasi warga ini sampai mendapat respons dari pemerintah daerah. Keinginan masyarakat akhirnya bisa diwujudkan melalui perbaikan jalan,” ujar Pither seusai peresmian jalan, Kamis.
Ruas jalan sepanjang sekitar 433 meter tersebut diperbaiki menggunakan anggaran APBD KBB 2026 senilai kurang lebih Rp 1,7 miliar.
Menurut Pither, kondisi jalan tersebut memang sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, saat masa kampanye, kerusakan jalan menjadi salah satu keluhan yang disampaikan warga.
“Saya ingin memenuhi komitmen untuk mengembalikan hak masyarakat mendapatkan akses jalan yang layak. Dulu kondisinya rusak dan berlubang, termasuk akses menuju Wangunharja,” katanya.
Meski 433 meter telah selesai dibeton, pekerjaan jalan tersebut belum sepenuhnya tuntas.
Masih terdapat sekitar 180-200 meter ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk menyelesaikan bagian tersebut.
“Anggaran tambahannya sudah kami siapkan. Harapannya, jalur Wangunharja-Cikidang hingga Cikole bisa tersambung dengan baik dan seluruh ruasnya dapat digunakan secara optimal,” kata Pither
Pither menambahkan, dalam dua pekan ke depan pemerintah juga akan mengerjakan dua ruas jalan lainnya di kawasan tersebut.
Ruas Cilumber-Cikole akan mendapat perbaikan menggunakan lapisan hotmix. Sementara itu, ruas RW 03 Desa Cikidang akan kembali dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk menyelesaikan lapisan rabat beton yang masih tersisa.
Ia mengatakan, penggunaan rabat beton dipilih karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi dan aktivitas warga, terutama lalu lintas kendaraan pengangkut hasil pertanian.
“Struktur jalan kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kendaraan pertanian cukup banyak melintas sehingga jalan harus memiliki daya tahan yang baik,” ujarnya.
Pither juga menyebut perbaikan infrastruktur tersebut merupakan respons Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terhadap berbagai aspirasi masyarakat, termasuk keluhan yang disampaikan melalui media sosial.
“Yang terpenting, aspirasi masyarakat sekarang mendapat perhatian. Keluhan yang disampaikan secara langsung maupun yang ramai di media sosial sama-sama kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Tak berhenti pada perbaikan jalan, Pither juga berencana menambah 60 titik penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan kabupaten dan jalan desa.
Dengan demikian, akses tersebut diharapkan tidak hanya nyaman dilalui pada siang hari, tetapi juga lebih aman saat malam.
Menurut dia, jalan kabupaten itu sudah lebih dari 12 tahun tidak mendapatkan perbaikan berarti. Kondisinya bahkan sempat viral setelah warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes.
“Kalau dihitung dari dua periode kepala desa sebelumnya, jalan ini sudah sangat lama tidak tersentuh perbaikan. Karena itu, warga sangat bersyukur akhirnya jalan ini mendapat perhatian,” kata Heri.
Kini, jalan yang sebelumnya rusak telah berubah menjadi permukaan beton yang lebih halus dan nyaman dilalui.
Heri mengatakan, keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi warga karena menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian dari sejumlah desa di kawasan Lembang.
“Jalan ini bukan hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga menjadi jalur ekonomi. Hasil pertanian dari Cikidang, Wangunharja, Cikole dan Langensari banyak yang dibawa melalui jalan ini,” ujarnya.
Perbaikan jalan, lanjut dia, diharapkan dapat memangkas biaya distribusi hasil pertanian sekaligus menjaga kualitas hasil panen sebelum sampai ke pasar.
“Kalau jalannya bagus, biaya angkut bisa lebih ringan dan hasil panen lebih cepat sampai pasar. Harapannya, pendapatan petani juga ikut meningkat,” kata Heri.
Mereka berharap sisa ruas jalan segera diselesaikan sehingga seluruh akses Wangunharja-Cikidang-Cikole dapat berfungsi maksimal.
“Semoga pengerjaan bagian yang masih tersisa segera selesai tanpa kendala. Dengan begitu, akses warga dan jalur pertanian bisa benar-benar terbuka dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Heri.*





