Ironis! Rute Jalan Santai HUT Desa Padaasih Lewati Jalan Rusak, Pither Tjuandys Janjikan Rp 2 Miliar untuk Perbaikan

Kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati milangkala ke-159 Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak sekadar menjadi ajang kebersamaan warga, Minggu (30/8/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati milangkala ke-159 Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak sekadar menjadi ajang kebersamaan warga, Minggu (30/8/2026),

Rute yang dilalui peserta justru membawa rombongan menyusuri sejumlah ruas jalan dalam kondisi rusak, terutama di wilayah RW 7 hingga RW 9.

Kondisi tersebut turut dilihat langsung Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys yang mengikuti kegiatan jalan santai bersama warga.

Pemandangan jalan rusak itu kemudian menjadi perhatian Pither. Ia menilai, rute yang dipilih panitia secara tidak langsung memperlihatkan persoalan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat Desa Padaasih.

“Panitia memilih rute yang sangat tepat. Saya jadi bisa melihat langsung kondisi jalan yang setiap hari digunakan masyarakat, terutama di RW 7 sampai RW 9,” kata Pither.

Menurut Pither, kondisi jalan yang dilintasi peserta menunjukkan masih perlunya pemerataan pembangunan infrastruktur di desa yang telah berusia 159 tahun tersebut.

Ia mengatakan, pembangunan tidak cukup hanya dilakukan di titik-titik tertentu, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah desa yang memiliki 15 RW.

“Desa ini sudah berusia 159 tahun, sehingga pembangunan ke depan harus semakin merata. Jalan yang menjadi akses warga tentu harus menjadi salah satu prioritas,” ujarnya.

Siapkan Rp 2 Miliar

Melihat kondisi tersebut, Pither menyatakan siap mendorong pengalokasian anggaran untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan di Desa Padaasih.

Untuk penanganan tahap awal, anggaran Rp 1 miliar disiapkan untuk memperbaiki jalan di RW 8, RW 9, RW 11, dan RW 12. Perbaikan tersebut ditargetkan mulai dilakukan pada pekan depan.

“Saya tidak ingin persoalan ini berhenti sebatas melihat kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik yang paling membutuhkan, kami siapkan anggaran Rp 1 miliar dan penanganannya ditargetkan mulai pekan depan,” katanya.

Sementara itu, ruas jalan di RW 7 hingga RW 9 yang dilalui saat jalan santai akan diupayakan mendapat anggaran Rp 1 miliar pada tahun anggaran 2027.

Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan untuk penanganan jalan di Desa Padaasih mencapai Rp 2 miliar.

“Jalan yang tadi kami lewati dari RW 7 sampai RW 9 akan kami dorong masuk dalam anggaran 2027. Nilainya sekitar Rp 1 miliar,” tutur Pither.

Selain jalan lingkungan, Pither juga menyoroti kondisi jalan poros kabupaten sepanjang sekitar 500 meter yang berada di wilayah Desa Padaasih.

Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran penting karena menjadi akses utama bagi aktivitas masyarakat.

Pither mengatakan, penanganan jalan poros tersebut juga akan diupayakan masuk dalam perencanaan anggaran 2027.

“Ada juga jalan poros kabupaten sekitar 500 meter yang harus dituntaskan. Saya akan mendorong penganggarannya pada 2027 agar akses utama warga ini bisa diperbaiki,” katanya.

Di sisi lain, Pither menyinggung keterbatasan Dana Desa yang membuat pemerintah desa harus menentukan skala prioritas pembangunan.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di seluruh 15 RW.

“Keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa tidak bisa menyelesaikan seluruh kebutuhan secara bersamaan. Karena itu, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD diperlukan agar pembangunan tetap berjalan,” ujar dia.

Pada peringatan milangkala Desa Padaasih tersebut, Pither juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang tetap menjaga kebersamaan dan antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Ia berharap momentum ulang tahun desa tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung berbagai persoalan yang membutuhkan penyelesaian.

“Perayaan ulang tahun desa bukan hanya soal kemeriahan. Yang lebih penting adalah bagaimana momentum ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki kondisi masyarakat dan infrastrukturnya,” kata Pither.*

Pos terkait