Kebakaran Hutan Belum Usai, Festival Sawit Malah Digelar? Ferry Irwandi Murka

Rencana festival sawit IPOSC 2026 di Kubu Raya menuai kritik Ferry Irwandi karena digelar di tengah persoalan kebakaran hutan.(instagram @irwandiferry).**

SATUMEDIA.ID – Rencana penyelenggaraan Indonesian Palm Oil Smallholders Conference & Expo (IPOSC) 2026 menuai sorotan tajam di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Kritik tersebut salah satunya datang dari kreator konten Ferry Irwandi, yang mempertanyakan keputusan menggelar festival sawit ketika masyarakat masih berhadapan dengan dampak bencana lingkungan.

Melalui unggahan di Instagram, Ferry secara terbuka menyoroti rencana acara yang dijadwalkan berlangsung pada 22-23 September 2026 di Qubu Resort, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ia menilai momentum penyelenggaraan acara tersebut tidak tepat mengingat kebakaran hutan masih menjadi persoalan serius. Kondisi itu, menurut Ferry, bahkan telah berdampak terhadap warga yang mengalami sesak napas, sakit, hingga kehilangan nyawa.

Ferry juga menyinggung industri sawit yang selama ini kerap dikaitkan dengan persoalan kerusakan lingkungan di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Karena itu, ia mempertanyakan bagaimana sebuah festival yang berkaitan dengan industri sawit bisa tetap digelar ketika masyarakat justru sedang menghadapi persoalan lingkungan yang begitu berat.

“Batalkan segera, ditunggu pengumuman pembatalannya, ya,” tulis Ferry Irwandi dalam unggahannya.

Sorotan tersebut kemudian mendapat respons dari warganet. Salah satu pengguna Instagram bahkan menyebut dirinya menemukan informasi bahwa Gubernur Kalimantan Barat tercantum sebagai salah satu narasumber dalam acara tersebut. Di tengah situasi kebakaran dan kabut asap, penyelenggaraan festival semacam ini memang berpotensi memunculkan pertanyaan publik soal sensitivitas terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan.*

Pos terkait