Jeje Pecahkan Rekor Pribadi Naik Sisingaan, Diarak Hampir 1 Kilometer di Lembang

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mencatat pengalaman berbeda saat menaiki Sisingaan dalam pesta rakyat di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Minggu (20/9/2026).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mencatat pengalaman berbeda saat menaiki Sisingaan dalam pesta rakyat di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/9/2026).

Bukan karena pertama kali menaiki kesenian tradisional khas Sunda tersebut, melainkan karena untuk pertama kalinya Jeje diarak Sisingaan dalam jarak hampir 1 kilometer.

Jeje bersama sejumlah tokoh lainnya diarak melewati Jalan Cikaramat yang baru selesai dibangun dan diresmikan. Panjang jalan tersebut mencapai 878 meter dengan lebar sekitar 4,5 hingga 5 meter.

Jeje mengaku sudah beberapa kali menaiki Sisingaan sejak menjabat sebagai Bupati Bandung Barat. Namun, pengalaman di Cikahuripan menjadi yang paling jauh selama dirinya mengikuti tradisi tersebut.

“Saya sudah beberapa kali naik Sisingaan. Tapi kalau sampai diarak sejauh ini, hampir satu kilometer, baru sekarang. Ini pengalaman yang luar biasa,” ujar Jeje.

Jeje tampak duduk di atas Sisingaan saat belasan pemain menggotongnya menyusuri jalan yang baru dibeton.

Tidak hanya Jeje, Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR KBB Asep Indra Gumilar, serta Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati juga ikut diarak menggunakan Sisingaan.

Sebanyak 16 pemain menggotong empat orang tersebut sepanjang ruas Jalan Cikaramat.

Antusiasme warga pun terlihat sepanjang perjalanan. Warga berkumpul menyaksikan rombongan Sisingaan yang membawa para tokoh tersebut dalam suasana pesta rakyat.

Bagi Jeje, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen unik selama menjalankan aktivitas sebagai kepala daerah.

Sebagai bentuk apresiasi, Jeje kemudian memberikan kadeudeuh kepada para pemain Sisingaan yang mengaraknya.

Usai diarak, Jeje memberikan kadeudeuh sebagai bentuk apresiasi kepada para pemain Sisingaan yang telah memeriahkan pesta rakyat tersebut.

Sisingaan, tradisi masyarakat Sunda

Sisingaan merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Sunda yang berkembang dan dikenal luas di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kesenian ini juga dikenal dengan sejumlah sebutan, salah satunya Gotong Singa.

Dalam catatan sejarah, Sisingaan berkembang pada masa kolonial Belanda. Kesenian tersebut kerap dimaknai sebagai simbol sindiran dan perlawanan masyarakat terhadap penjajahan.

Seiring perkembangan zaman, fungsi Sisingaan mengalami perubahan. Kini, kesenian tersebut kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari penyambutan tamu kehormatan, khitanan, hingga sejumlah perayaan dan kegiatan pemerintahan.

Jalan Cikaramat yang menjadi lokasi pesta rakyat tersebut dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bandung Barat 2026.

Proyek dengan panjang 878 meter dan lebar 4,5 hingga 5 meter itu memiliki masa kontrak selama 120 hari dan semula ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

Namun, pengerjaan jalan tersebut rampung lebih cepat pada Agustus 2026.

Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Menurut Pither, pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di bawah kepemimpinan Jeje Ritchie Ismail, selain pendidikan dan kesehatan.

“Kami di DPRD akan terus mengawal pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah agar program yang sudah direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Pither.

Pither juga menekankan pentingnya komunikasi dan pengawasan antara DPRD dengan pemerintah daerah agar berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Ia mengaku mengetahui kondisi Jalan Cikahuripan sebelum diperbaiki karena cukup sering melintas di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah berubah setelah dilakukan pembetonan.

Karena itu, Pither meminta masyarakat ikut menjaga jalan tersebut agar fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran daerah dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Ia mengajak pemerintah desa, RT dan RW, masyarakat, DPRD, serta Pemkab Bandung Barat bersama-sama merawat infrastruktur tersebut.

“Jalan ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, menjaga dan merawatnya juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Pither.*

Pos terkait