SATUMEDIA.ID – DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) keberatan jika kelanjutan pembangunan gedung dewan di Ngamprah terkena efisiensi. Diketahui, untuk melanjutkan penyelesaian gedung wakil rakyat ini sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 10,5 miliar.
“Saya berharap anggaran penyelesaian pembangunan gedung dewan tidak terkena efisiensi. Inikan (pembangunan) sudah berlarut-larut, tertunda beberapa tahun. Masa sekarang terkena efisiensi,’ kata Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys, Minggu (16/2/2025).
Menurutnya, jika pembangunan gedung dewan terkena efisiensi malah bisa menyebabkan terjadinya pemborosan keuangan daerah. Dimana, setiap rapat yang digelar DPRD KBB akan tetap berlangsung di hotel.
“Oleh karena itu saya keberatan jika pembangunan gedung dewan terkena efisiensi. Jika itu dilakukan, malah ke depannya jadi lebih banyak pengeluaran anggaran untuk biaya rapat di hotel,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Ia berharap Pj Bupati Ade Zakir sesuai kesepakatan harus merealisasikan anggaran Rp10,5 miliar untuk penyelesaian gedung dewan.
“Kami minta dukungan Pj Bupati dalam menyelesaikan pembangunan gedung baru. Targetnya, Agustus 2025 secara bertahap mulai diisi bagian sekretariat dewan,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Mochamad Ridwan mengungkapkan anggaran sebesar Rp10,5 miliar untuk membiayai fasilitas parkir, taman, pagar, pemasangan pipa PDAM, dan arsitektur luar bangunan.
“Targetnya harus beres tahun ini. Hanya saja memang untuk ruang komisi tidak termasuk. Mengingat anggarannya tidak mencukupi,” ujarnya.
Untuk sementara, lanjutnya, fasilitas ruang komisi menggunakan yang di gedung DPRD lama atau yang ditempati sekarang.
“Kebutuhan ruang komisi itu, antara lain mebeler dan interior. Mebeler yang ada sekarang masih bisa dipergunakan. Sementara mengenai anggaran yang dibutuhkan untuk ruang komisi, perlu diestimasi lagi,” tandasnya.
Berdasarkan catatan Satumedia.id Gedung DPRD KBB menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat. Memiliki luas bangunan
9.828 meter persegi.
Bangunannya terdiri dari lima lantai mengusung konsep gunung dengan bagian atasnya menyerupai kubah Observatorium Bosscha.
Lantai dasar untuk Sekretariat Dewan, lantai 2 digunakan untuk ruang fraksi dan komisi serta dilengkapi ruangan untuk menerima tamu, lantai 3 untuk ruangan anggota, lantai 4 ruangan pimpinan, dan ruang rapat paripurna menggunakan lantai 4 dan 5.
Di gedung baru ini, setiap anggota DPRD yang jumlahnya 50 memiliki ruangan sendiri dengan ukuran 3 kali 6,5 meter.*





